Blok Mahakam
Pekerja Total Doakan Blok Mahakam Kembali ke Pangkuan Indonesia
Ibarat orangtua bertemu kembali dengan anaknya yang hilang 50 tahun silam, itulah gambaran pertemuan antara empat wakil Pengurus SP-NTI.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Priyo Suwarno dan Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ibarat orangtua bertemu kembali dengan anaknya yang hilang 50 tahun silam, itulah gambaran pertemuan antara empat wakil Pengurus Serikat Pekerja Nasional Total Indonesia (SP-NTI) dengan jajaran Direksi PT Pertamina yang dipimpin langsung oleh Dirut Pertamina Dwi Sutjipto di Jakarta.
"Sudah lama kami sudah ingin bertemu jajaran Direksi Pertamina, tetapi tampaknya ada yang tidak menghendaki hal itu terjadi. Sehingga baru tanggal 8 Juni, kami perwakilan pengurus SP-NTI bisa berhasil bertemu jajaran direksi Pertamina," kata Sekretaris SP-NTI Suharyono S MM menjawab Tribunkaltim.co, usai berbuka puasa bersama antara Pengurus SP-NTI dengan wartawan di e-Walk, Balikpapan Superblok, Selasa (23/6/2015).
Disebutkan, saat itu empat orang wakil serikat pekerja adalah Budi Satria (Ketua SP-NTI), Suharyono (Sekretaris), dr Eko Susetyo, Fauzan Mutaqin masing-masing pengurus ditemui 12 jajaran Direksi Pertamina.
Menurut Suharyono kepada Direksi Pertamina menyatakan, perwakilan menghadap direksi empat orang.
Baca: Pertamina Siap Kelola Penuh Blok Mahakam Tanpa Total
"Dua lainnya kami kirim umrah. Mereka berdoa, agar estafet peralihan operasi Blok Mahakam dari Total ke Pertamina berjalan lancar. Sedangkan sisanya tetap menjaga lokasi, untuk proses produksi tetap terjaga secara baik," katanya.
Menurut Budi Satria, pertemuan itu begitu akrab dan sangat hangat. "Betapa luar biasa! Pak Dwi sendiri yang mengambilkan makan untuk kami," kata Suharyono lagi.
Dia menyebutkan bahwa pertemuan itu merupakan pertemuan antara anak dan ayah yang sudah 50 tahun berpisah.
"Jadi setelah kami jelaskan duduk persoalannya, maka Direksi Pertamina dengan seluruh jajarannya memahami posisi pekerja di Total E&P Indonesie," tutur Budi.
Dia menyatakan seluruh pekerja di Total berada di belakang proses kembalinya Blok Mahakam dan tetap mendukung agar performance produksi Blok Mahakam tetap terjaga secara baik.
Disebutkan, seluruh pekerja Total mendukung kembalinya Blok Mahakam ke pangkuan ibu pertiwi.
"Kami yang selama ini mengendalikan operasi di Blok Mahakam. Kami paham betul bagaimana proses dan penanganan produksi di Blok Mahakam tetap terjaga dan terjamin demi Indonesia," kata Fauzan lagi.Jadi tidak ada alasan kelak apabila ditinggalkan oleh Total sebagai operator kemudian produksi gas di Blok Mahakam akan turun, karena menurut Fauzan, seluruh operasi di Blok Mahakam dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli dari Indonesia sendiri.
Baca: Kaltim Lebih Diuntungkan Gandeng Pertamina di Blok Mahakam, Kenapa?
Kini, kata dia, saatnya Indonesia tetap bersatu menjaga agar Blok Mahakam tetap bisa menjadi penopang energi dan ekonomi Indonesia.
Disebutkan berdasarkan kesepakatan yang sudah diambil, semua pekerja Total, pasca 2017 akan dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan pesangon sesuai undang-undang.
Selanjutnya, menurut dia, bagi pekerja Total akan masuk menjadi pekerja organik di Pertamina, "Ini adalah komitmen kami untuk tetap menjaga agar performance Blok Mahakam tetap terjaga. Karena selama ini kamilah yang mengoperasikan Blok Mahakam," kata Fauzan.
70 Persen Pertamina
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah telah mengambil keputusan terkait pembagian saham Blok Mahakam.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menuturkan, operator existing, Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, diberikan porsi sebesar 30 persen.
"Pertamina dan BUMD mendapat porsi saham 70 persen, sedangkan Total-Inpex diberikan interest 30 persen. Jadi 70 persen untuk Indonesia, dan 30 persen untuk operator sekarang," kata Sudirman kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sudirman menjelaskan, pemberian porsi seperti ini sudah memasukkan berbagai pertimbangan. Pertama, Pertamina harus betul-betul berperan sebagai operator yang mengontrol mayoritas saham.
Di sisi lain, pemerintah juga ingin memberikan apresiasi kepada operator existing yang sudah menunjukkan kinerja baik dan komitmennya untuk berinvestasi.
Sementara itu, porsi hak partisipasi (participating interest) Pemerintah Daerah Kalimantan Timur melalui BUMD akan diberikan kepastiannya pekan depan, setelah ada pembahasan dengan Gubernur.
"Menunggu Gubernur pulang, dari luar kota. Akan ada diskusi lanjutan untuk menetapkan porsi Pemda," sambung Sudirman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/anjungan-blok-mahakam_20150624_102328.jpg)