Senin, 13 April 2026

Ramadhanku

Masjid Nurul Ibadah Jadi Benda Cagar Budaya di Kabupaten Ini

Museum Sedurengas dan Masjid Nurul Ibadah adalah dua benda cagar budaya nasional yang ada di Kabupaten Paser.

TRIBUN KALTIM/SARASSANI
Masjid Nurul Ibadah di Kecamatan Pasir Belengkong, Paser merupakan bagian benda cagar budaya di Kabupaten Paser, Selasa (30/6/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Museum Sedurengas dan Masjid Nurul Ibadah adalah dua benda cagar budaya nasional yang ada di Kabupaten Paser.

Dulu, museum itu merupakan kediaman Raja Paser bernama Aji Tenggara yang menempati rumah pada 1844-1873. Di samping rumah ada bangunan masjid yang sampai sekarang dikenal dengan nama Masjid Nurul Ibadah.

Pada awal abad 19, Sultan Ibrahim Khaliluddin membeli rumah saudaranya dijadikan Kuta Imam Duyu Kinalenja -- dalam bahasa Paser artinya rumah kediaman pemimpin yang bertingkat atau umumnya disebut keraton.

Masjid saat itu bukan hanya digunakan untuk sarana ibadah, tapi juga tempat berkumpul dan musyawarah membahas permasalahan di masyarakat. Pengurus Masjid Nurul Ibadah Ahmad Jamil mengaku masih ingat saat orang tua dulu banyak menghabiskan waktunya di masjid.

Sebelum orang mengenal pengeras suara seperti sekarang, pemberitahuan waktu shalat dengan memukul beduk, sekaligus menandai akan dikumandangkannya suara adzan oleh muadzin dari menara Masjid Nurul Ibadah.

Baca: Masjid Nurul Iman Pertahankan Arsitektur Asli

Untuk sampai ke menara masjid, muadzin harus menaiki 12 anak tangga yang bersusun memutari tiang tengah masjid melewati pintu plafon. Muadzin mengetahui waktu shalat dari jam matahari yang berada di depan masjid.

Bentuknya berupa besi bulat di permukaan tiang yang terdapat garis lurus dan lingkaran, guratan garis tak begitu terlihat karena dicat warna hijau.

Sekarang sudah ada pengeras suara, muadzin tak perlu lagi naik ke atas menara masjid. Bangunan masjid yang berdiri sejak 1851 terletak di samping Museum Sadurangas sampai sekarang masih berdiri kokoh, dan difungsikan warga untuk beribadah.

"Bentuk masjid, tangga dan mimbar masjid sampai sekarang masih terjaga keasliannya," ungkapnya.

Selain Masjid Nurul Ibadah, dulu ada masjid yang bernama Masjid Apar Tanah yang dibangun di bantaran sungai di Pasir Belengkong. Masjid itu dibangun oleh Abu Mansyur Indra Jaya, masjid yang masih beralaskan tanah.

"Mesjid Apar Tanah dibangun oleh Abu Mansyur Indra Jaya, dan ada yang mengatakan Beliau adalah cucu Sunan Ampel dan ada juga yang mengatakan kalau murid Sunan Ampel. Beliau menyiarkan Islam di Paser, bukti sejarah masuknya Islam dibuktikan dari batu bernamakan Indra Giri di Pasir Belengkong," tuturnya.

Baca: Masjid Ahmad Al Kaff Jadi Cikal Bakal Dakwah Islam

Baik masjid maupun museum bangunannya berbentuk panggung, semuanya dibuat dari bahan kayu. Plafonnya tinggi, jumlah pintunya banyak dan berukuran besar menjamin kelancaran sirkulasi udara di dalam masjid agar tetap sejuk.

Keindahan bentuk dan bangunan museum terlihat pada ukir-ukiran bermotif sulur-suluran dan kaligrafi Arab di permukaan pintu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved