Jumat, 10 April 2026

Merancang Modern Tanjung Selor Tapi Jangan Lupakan Budaya Lokal

Kebudayaan asli kita tidak boleh tercerabut dari daerah Kaltara

Penulis: Budi Susilo |

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Munculnya provinsi terbaru bernama Kalimantan Utara (Katara) menyimpan pekerjaan rumah yang segudang, satu di antaranya penyelesaian pembentukan kota baru bernama Tanjung Selor.

Belum lama ini, Penjabat Gubernur Kaltara, Triyono Budi Sasongko menyarankan kepada pihak-pihak terkait yang merancang konsep kota baru Tanjung Selor agar tidak meninggalkan kultur budaya yang sudah melekat lama.

“Kita boleh modern tapi ingat kita juga tidak boleh melupakan budaya lokal yang kita miliki. Kebudayaan asli kita tidak boleh tercerabut dari daerah Kaltara,” tegasnya. (Baca juga: Tambang Ilegal Digaruk, Oknum Kades Berhasil Melarikan Diri )

Dia mencontohkan, ketika membangun sebuah perkantoran pemerintahan atau ikon-ikon kota, sebaiknya harus menonjolkan ciri khas kebudayaan masyarakat lokal Kaltara.

“Bangga dengan identitas budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Selama ini, tambah dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara) sangat terbuka dalam perencanaan terbentuknya kota mandiri Tanjung Selor.

Hal ini dibuktikan, Pemprov Kaltara akan berdiskusi banyak dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) Republik Indonesia.

“Saya meminta kepada PU (Pekerjaan Umum) dan Tata Ruang Provinsi Kaltara untuk menggelar rapat juga dengan para konsultan,” tuturnya. (Baca juga: IRT Pengedar Sabu Diringkus Didepan Tiga Anaknya )

Bahkan, tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang dari Jakarta dipersilahkan duduk satu meja, berkoodinasi dengan Pemprov Kaltara untuk mewujudkan kota mandiri dan terpadu bernama Kota Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi.

“Saya sudah melihat secara umum rencana-rencana yang telah dipaparkan. Menurut saya rencananya sudah cukup bagus,” ungkap Triyono. (Baca juga: Berniat Tambang Emas, Susanto: Malah Banyak Polisinya )

Namun dia pun sanksi atas target penyelesaian pembentukan kota baru Tanjung Selor akan rampung pada tahun 2020. Menurut Triyono, tahun 2020 itu capaian yang terlalu optimis tetapi tidak bersifat realistis.

“Mungkin kita butuh waktu 10 tahun. Soalnya kita membangun sebuah kota dari pemukiman hingga pusat pemerintahan. Yang realistislah. Tahun 2025 mungkin sudah bisa kita persiapkan,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved