Rabu, 8 April 2026

Operasi Ketupat Mahakam 2015

Demi Kenyamanan Pemudik, Sniper Siaga di Titik Rawan

Pengamanan Lebaran "Operasi Ketupat Mahakam 2015" dimulai Jumat (10/7/2015) hingga Minggu (26/7/2015).

NET/GOOGLE
Ilustrasi - Penembak jitu (sniper) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pengamanan Lebaran "Operasi Ketupat Mahakam 2015" dimulai Jumat (10/7/2015) hingga Minggu (26/7/2015).

Sedikitnya 9.000 personel polisi dari Polda Kaltim diturunkan dalam Operasi Ketupat Mahakam 2015.

Tak tanggung-tanggung, demi keamanan dan kenyamanan para pemudik, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Andayono menyiagakan sniper (penembak jitu) di sejumlah titik rawan tersebar di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Ditemui wartawan usai Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2015 di halaman Mapolda, Andayono menyatakan pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk pengamanan selama Lebaran.

"Banyak ancaman kamtibmas yang harus ditangggulangi dengan cara menempatkan sniper di titik-titik rawan. Hal ini merupakan realisasi langkah antisipasi gangguan selama libur Idul Fitri," ujar Andayono.

Baca: Asyik, Pemudik Bisa Titip Kendaraan di Polres dan Polsek

Beberapa gangguan di antaranya penjambretan, teror bom, sabotase, perkelahian, kebut-kebutan, dan kegiatan kriminalisasi wajib diantisipasi.

Titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban selama Operasi Ketupat, antara lain pelabuhan, bandara, Bukit Soeharto, simpang Kariangau, dan beberapa tempat wisata. Daerah-daerah rawan gangguan kamtibmas akan disiagakan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

Ada 16 posko didirikan di Balikpapan selama Operasi Ketupat berlangsung. Hal ini karena kepadatan penumpang baik di bandara dan pelabuhan. Ini disampaikan Kabag Ops Polres Balikpapan Kompol Eko Alamsyah saat ditemui Tribun di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2015).

Nantinya ada 7 posko pengamanan dan 8 posko pelayanan di daerah-daerah yang dianggap rawan terjadi kepadatan, seperti di mal, bandara, pelabuhan terminal dan titik rawan kepadatan arus lalu lintas.

Diperkirakan jumlah penduduk yang akan melakukan perjalanan tahun ini meningkat hingga 10 persen dibanding tahun lalu.

Sebanyak 583 personel polisi sudah ditugaskan mulai hari pertama puasa sampai nanti setelah lebaran hari ketujuh.

Eko menuturkan saat ini pihaknya sedang mengupayakan menertibkan anak-anak di bawah umur yang mengendarai motor, menertibkan petasan, dan menyiagakan personil di masjid-masjid. Hal ini agar tercipta suasana kondusif selama Ramadhan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved