Wow, Saudi Habiskan Rp 6.651 Triliun untuk Bangun Kembali Makkah
Setelah tragedi 2004 dan 2006, Pemerintah Saudi melakukan perubahan radikal sistem bus umum, jalan dan kereta api dengan desain baru di Makkah
TRIBUNKALTIM.CO - Ribuan jamaah saling berdesakan naik turun bukit sambil melempar batu ke dinding simbol melawan terhadap setan. Simbol Jamaah Haji melakukan langkah sama seperti apa yang dilakukan Ibrahim kepada setan.
Jelang ibadah haji selesai, jamaah mengemasi barang-barangnya setelah ibadah lempar jumroh, ribuan orang jumlahnya, di jembatan Jamarat, bertemulah gelombang yang sudah menyelesaikan ibadah dengan yang akan melaksanakan ibadah.
Mereka bertemu hingga terjadilah tragedi, beberapa jamaah tersandung bawaan dan terinjak-injak oleh himpitan orang-orang di belakang mereka. Kerumunan ribuan orang panik, hingga 90 menit kemudian, setidaknya 345 orang terbaring mati atau sekarat dan lebih dari 1.000 lainnya luka-luka.
Pada tragedi 12 Januari 2006, 76 peziarah tewas ketika asrama mereka runtuh, kejadian itu dua tahun setelah kasus 250 meninggal dengan kejadian yang hampir sama.
Tak mudah menemui peristiwa itu bagi Kerajaan Saudi yang telah menguasai Mekah sejak 1924.
Pengamanan Jamaah Haji adalah bagian dari janji Kerajaan Saudi dengan Umat Islam di seluruh dunia, khususnya ketika mereka menjalankan ibadah di Madinah hingga Mekah.
Arab Saudi adalah rumah spiritual bagi dunia 1,6 miliar Muslim dan setiap tahun sebanyak 3 juta orang tiba untuk melakukan haji.
14 abad berlalu sejak Nabi Muhammad wafat pada tahun 632, haji telah menjadi salah satu tempat ziarah tahunan terbesar di dunia hingga dipermudah pada 1950-an, ketika perjalanan udara lewat udara mulai memudahkan orang untuk menjangkau Mekah
Jakarta Post melaporkan bahwa daftar tunggu haji Indonesia sudah antri hingga 12 tahun. Diprediksi Pada tahun 2030, lima juta peziarah bisa datang ke sana saat populasi Muslim dunia meningkat menjadi 2,2 miliar.
Pekerjaan bagi Raja Arab Saudi, Abdullah, bagaimana menjaga Dua Masjid Suci, hingga pelayanan jamaah agar tak terulang tragedi 2006 yang tak bisa ditoleransi.
Setelah tragedi itu, penasihat raja menganjurkan mencari perubahan radikal dari sistem bus umum, jalan dan kereta api dengan desain lingkungan baru.
Hingga akhirnya Raja melakukan pencarian data ke seluruh dunia untuk mencari siapa yang bisa melakukan perubahan itu, mereka menemukan sesuatu di Toronto. Faks pertama datang dengan tawaran kontrak dalam 30 tahun dengan dana $227-miliar untuk master plan pada awal November 2008.
Sayangnya, Hugh O'Donnell dari Toronto sebuah perusahaan konstruksi MMM Grup mengabaikannya. Dia mengabaikan email yang didapatkan lantaran tidak mengenali pengirim. Tetapi pada 25 November 2008, sebuah paket tiba di kantor O'Donnell di Ottawa dari Hossny Al Rahman.
Dia adalah seorang pegawai pemerintah Arab Saudi dan teman yang telah bertemu O'Donnell pada tahun 1996 di sebuah konferensi di Ottawa. Gayung bersambut, Pemerintah Saudi ingin mengundang perusahaan konsultan internasional yang sangat berpengalaman untuk mempersiapkan rencana komprehensif untuk Mekkah, Madinah dan Al Mashaer.
Saudi ingin peta jalan untuk mengarahkan pembangunan besar-besaran yang terjadi saat ini, Rahman percaya bahwa O'Donnell, mantan wakil menteri asisten Energi, Pertambangan dan Sumber Daya, bisa menggunakan pengalamannya dengan sistem informasi geografis, atau GIS, dalam proyek Saudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pembangunan-makkah_20150712_224347.jpg)