Kisah Perjuangan Motoris Speedboat saat Sungai Mahakam Surut
Debit air Sungai Mahakam yang surut menyebabkan penyempitan jalur sungai dan pendangkalan, sehingga pengguna jalur Sungai Mahakam harus hati-hati.
TRIBUNKALTIM.CO, MAHAKAM ULU - Musim kemarau yang telah berlangsung selama sebulan lebih ini memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya pedagang sembako dan pengusaha transportasi sungai.
Debit air Sungai Mahakam yang surut menyebabkan penyempitan jalur sungai dan pendangkalan, sehingga pengguna jalur Sungai Mahakam harus ekstra hati-hati.
Surutnya Sungai Mahakam berdampak pada kenaikan harga sembako dan bahan bakar minyak,khususnya bensin.
Biasa harga bensin di Mahulu Rp 8.000 sekarang dijual Rp 12.000 per liter. Kondisi sulit ini sangat dirasakan Dengah Maring Fransiskus Jiu, motoris speedboat yang biasa melayani penumpang melalui Sungai Mahakam.
Kelangkaan BBM, khususnya bensin akibatnya lambatnya pasokan BBM dari Samarinda. Masyarakat, termasuk para motoris speed terpaksa harus keliling ke kampung-kampung mulai Ujoh Bilang hingga Long Bagun untuk mendapatkan BBM.
Baca: Sungai Mahakam Surut, Pedagang Terpaksa Iuran Sewa Kapal
Dikemukakan, untuk sekali jalan, speedboat membutuhkan 160 liter bensin dari Tering ke Long Bagun atau sebaliknya. Kalau dihitung pulang pergi membutuhkan 300 liter.
Saat Sungai Mahakam normal atau tidak surut dengan modal Rp 2 juta bisa untung Rp 1 juta. Sekarang ini, modal Rp 2 juta tidak cukup karena mahalnya harga bensin.
Saat ini juga, speedboat tidak bisa mengangkut penumpang banyak, karena jika terlalu berat beban dikhawatirkan, speed bisa kandas saat melewati Sungai Mahakam. Terkadang penumpang tidak membayar maksimal sesuai tarif yang telah ditetapkan seperti biasanya.
"Akibatnya penumpang tidak banyak dibawa, pendapatan menurun. Ada penumpang pun harus nego tarif dulu, agar membayar sesuai tarif yang ada. Namun yang pasti musim kemarau sangat rugi," tutur Dengah Maring.
TRIBUN KALTIM/ALEX PARDEDE -- Awak kapal pengangkut sembako mengukur kedalam Sungai Mahakam, karena tidak dapat dilintasi akibat pendangkalan.
Menurutnya, sempitnya jalur Sungai Mahakam dan pendangkalan menyebabkan speedboat tidak bisa melaju kencang. Selain takut kandas, juga mengganggu rakit penduduk yang mengapung di sepanjang Sungai Mahakam.
Saat berpapasan dengan speedboat lainnya, salah satu harus mengalah agar dapat melintas di jalur sempit.
Demikian halnya dengan pendangkalan. Dikhawatirkan menyebabkan kerusakan bodi dan baling-baling speedboat.
Kalau dibawa laju, batu-batu sungai dapat menghantam baling-baling speedboat yang harganya mencapai Rp 6 juta per baling-baling. Sebaliknya, kalau dibawa lambat bodi speedboat rusak karena tersangkut bebatuan di dasar Sungai Mahakam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mahakam-ulu-speedboat_20150728_134439.jpg)