Beton Bentang Utama Fly Over Air Hitam jadi yang Terpanjang di Indonesia
Girder atau sebuah balok sepanjang 60 meter ini akan menghubungkan dua pilar di Jl AW Syahranie dan Jl Juanda
Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Balok beton bentang utama (girder) fly over (jalan layang) yang akan melintas di atas simpang empat Air Hitam disebut-sebut akan menjadi yang terpanjang dan pertama di Indonesia.
Girder atau sebuah balok sepanjang 60 meter ini akan menghubungkan dua pilar di Jl AW Syahranie dan Jl Juanda.
Sesuai tinjauan Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan pejabat terkait ke pabrik PT Wijaya Karya (WIKA) Beton, di Pasuruan, Jawa Timur beberapa waktu lalu, girder yang disiapkan sepanjang 60,68 meter sebanyak 4 buah dengan berat masing-masing 230 ton.
Targetnya, fly over yang dibangun di masa kepemimpinan Walikota Syaharie Jaang dan Wakil Walikota Nusyirwan Ismail ini selesai sebelum masa jabatan berakhir pada Desember mendatang.
Pantauan TribunKaltim.co di lokasi, pekerjaan proyek masih belum dilanjutkan pasca-libur lebaran lalu. Terakhir, pekerjaan yang dilakukan adalah pemasangan balok-balok beton di atas tiang-tiang penyangga di sisi Jl AW Syahranie.
BACA: Air Hitam Bakal Menjadi Jalan Layang Pertama di Kaltim
"Dalam waktu dekat kita akan melakukan sidak (insepksi mendadak) ke fly over yang memiliki bentang terpanjang se-Indonesia ini," kata Adhigustiawarman, Ketua Komisi III DPRD Samarinda di ruangannya, Rabu (29/7/2015).
Terkait keberadaan tiang-tiang dan kabel-kabel listrik dan lainnya di sekitar lokasi yang masih belum disentuh, berdasarkan laporan terkait kata dia, instansi terkait seperti PLN dan Telkom sudah disurati.
Kendatipun terlihat hanya masalah sepele kata dia, hal itu harus mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Samarinda.
"Kalau yang saya dengar, kabel-kabel nanti diibuat dari bahwa tanah. Tapi yang ada itu (tiang dan kabel saat ini) diselesaikan dulu,. Makanya itu kami juga akan sidak kenapa itu belum dibereskan," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Dr Zulfakar optimis pekerjaan pembangunan fly over Air Hitam akan selesai tahun 2015 ini.
Saat ini kata dia, progress pekerjaan sudah mencapai 75 persen. Pemasangan bentang tengah akan dilakukan setelah girger di kedua sisi jalan sudah selesai terpasang.
Dipaparkan Zulfakar, proyek dengan nilai kontrak Rp 116.510.186.000 ini, sebagai pelaksana pekerjaan PT WIKA dan waktu pelaksanaannya 540 hari kalender, atau dari 16 Mei 2014 hingga 6 Nopember 2015.
"Insya Allah, optimis fly over Air Hitam bisa dilewati tahun ini. Apalagi pekerjaannya dilaksanakan siang malam dan dilakukan bersamaan, baik di sisi Jalan AW Syahranie maupun sisi Jalan Juanda," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/fly-over-air-hitam_20150729_195220.jpg)