Minggu, 3 Mei 2026

Inilah Perbedaan Rumah Makan Padang dan Kedai Nasi Kapau

“Tapi di sini ikannya lebih besar, irisan lauknya juga begitu. Kalau diramaskan atau dicampur langsung di piring, sayurnya gratis,” ujarnya.

Tayang:
Hasuna Daylailatu / NOVA
Sayur dan lauk pauk khas Kapau diletakkan dalam baskom besar. 

Di antara bumbu rendang yang lezat dan berwarna gelap, terselip pula dakak-dakak alias potongan singkong berukuran kecil yang membuat rendang terasa renyah.

Sejak awal hingga sekarang, Uni Cah berbelanja dan memilih sendiri bahan bakunya agar kualitas tetap terjaga. Ia juga membuat bumbu dan memasak sendiri. Pagi pukul 09.00-22.00, rumah makannya siap melayani pembeli.

Ia tak menyangka, setahun setelah pindah ke lokasi ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono datang bersantap di sana bersama rombongannya.

“Selain presiden, ada juga menteri-menteri serta wisatawan mancanegara. Kalau ada artis yang konser di Padang, biasanya juga makan di sini,” tuturnya sambil menambahkan, tak jarang pula ia mendapat pesanan untuk acara kenduri atau pernikahan.

Sehari-hari, ia dibantu dua anaknya mengelola rumah makan yang tak membuka cabang ini. Diakuinya, harga menu di rumah makannya lebih mahal dibanding tempat lain.

“Tapi di sini ikannya lebih besar, irisan lauknya juga begitu. Kalau diramaskan atau dicampur langsung di piring, sayurnya gratis,” ujarnya.

Harga menu di rumah makannya paling murah sekitar Rp 35.000, yaitu tunjang atau ayam, sedangkan ikan bakar bisa mencapai Rp 60.000 per ekor. Kalau sedang libur panjang atau Lebaran, rumah makannya tak pernah sepi pengunjung, termasuk dari berbagai kota seperti Medan, Jambi, Jakarta, dan Pekanbaru. (Hasuna Daylailatu, Swita A Hapasari / NOVA)

Sumber: Nova
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved