Rabu, 8 April 2026

Terhempas Ombak Laut, Jembatan Kayu Ini Ambruk

Jembatan kayu di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Filial Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur ambruk terhempas ombak laut.

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Akibat cuaca angin kencang yang melanda kawasan Balikpapan beberapa hari terakhir menyebabkan ombak besar seperti tampak di kawasan Pantai Klandasan, Jumat (31/7/2015). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama dan Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jembatan kayu di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Filial Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur ambruk terhempas ombak laut.

Menurut keterangan nelayan yang berada di dekat TPI Klandasan, ambruknya jembatan terjadi sejak seminggu lalu.

Pantauan Tribunkaltim.co, Jumat (31/7/2015) jembatan ambruk sedalam satu meter. Sedangkan sisi lainnya miring sekitar 150 derajat.

Petugas TPI Filial Klandasan Bahri mengatakan, jembatan tersebut runtuh pada malam hari. Penyebab ambruknya jembatan menurut Bahri karena pengaruh ombak besar angin selatan.

"Ini karena angin selatan, anginnya kencang ombaknya tinggi. Selalu terjadi tiap tahun ini, jembatan juga sudah pernah ambruk beberapa kali kalau angin selatan. Ini kan terbuat dari kayu jadi nggak kuat nahan ombak," ucapnya

Menjelang maghrib hembusan angin laut sangat kencang. Menghempaskan ombak ke dermaga bongkar muat ikan setinggi dua meter. Siklus angin selatan yang belum usai, membuat Bahri khawatir jembatan benar-benar ambruk kedua sisinya. Padahal dermaga tersebut baru selesai diperbaiki sebelum Lebaran.

Lihat: VIDEO – Inilah Detik Detik Jembatan Runtuh Akibat Arus Sungai

"Sebelum bulan puasa lalu dermaga sudah pernah ambruk juga, tapi sudah diperbaiki. Sekarang malah di tengahnya yang hancur. Kalau posisinya miring seperti ini, suatu waktu bisa runtuh semua," katanya.

Akibat kejadian ini, aktivitas bongkar muat ikan di dermaga TPI Filial Klandasan terganggu. Menurut Bahri, tidak ada aktivitas bongkar muat ikan antara nelayan dan punggawa ikan. Pasokan ikan untuk pasar Klandasan didapatkan dari beberapa tempat seperti Kampung Baru.

Bahri mengatakan, Walikota, Dinas PU dan Dinas Perikanan beberapa hari lalu sudah meninjau lokasi jembatan. Mereka berencana melakkan renovasi jembatan rusak. Perbaikan jembatan belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat, mengingat ombak angin selatan masih berbahaya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan mengimbau masyarakat adanya efek lain dari hujan yang terjadi di Balikpapan.

"Kondisi sekarang curah hujan masih ada. Sementara untuk angin masih berasal dari selatan, dan angin selatan pada umumnya cukup kencang, apalagi didukung dengan adanya awan Cb (cumolonimbus)," ujar Puguh Dwi, Forecaster BMKG Balikpapan, Jumat (31/7/2015).

Terkait kerusakan di jembatan TPI Klandasan akibat ombak kemungkinan juga diakibatkan adanya awan Cb yang menghasilkan angin dengan intensitas tinggi.

"Awan Cb/awan hujan biasanya menyebabkan terjadinya angin kencang sebelum terjadinya hujan. Itu yang kami khawatirkan. Karena yang kami pantau, biasanya sebelum terjadinya hujan, didahului oleh angin kencang," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved