Pasokan Tak Lancar, Warga Beli Air Rp 70.000 per Tandon

Bukan hal yang aneh lagi, bila hampir seluruh warga menggunakan mesin penyedot air yang dipasang di dekat pipa PDAM-nya.

ilustrasi.net

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Kesulitan mendapatkan air bersih sangat dirasakan warga Sangatta akhir-akhir ini. Terutama di kawasan Sangatta Utara.

Bukan hal yang aneh lagi, bila hampir seluruh warga menggunakan mesin penyedot air yang dipasang di dekat pipa PDAM-nya.

“Kalau nggak pakai mesin ya nggak bisa dapat air. Pokoknya pas  jadwalnya mengalir harus langsung menyalakan mesin air untuk memenuhi isi tandon,” ungkap Eti, seorang ibu rumah tangga gang Jl Mandiri I, Sangatta Utara, Selasa (4/8).

Di kawasan rumahnya, menurut Eti, jadwal aliran air setiap Kamis hingga Senin pagi. Namun, tak jarang air mengalir di hari Jumat.

Itu pun mesin airnya kerap kalah dengan mesin air tetangga yang lebih kuat. Alhasil, saat pipa dibuka, hanya angin saja yang keluar. (Baca juga: Telaga Kenyamukan Akan Jadi Sumber Air PDAM)

“Biar pakai mesin, belum tentu dapat juga. Saya kemarin mulai menyalakan mesin dari Sabtu, pikiran sudah tidak terlalu banyak yang mengisi. Ternyata, tidak juga. Seharian menyalakan mesin, hanya angin yang keluar. Baru sekitar jam 10 malam, ada air mengalir. Itupun tak sampai penuh, sudah berhenti lagi," katanya.

"Hari Minggu malam, saya nyalakan mesin lagi. Senin, sekitar jam 3 pagi, baru penuh dua tandon saya. Jadi, biar pakai mesin, tetap harus begadang juga. Kalau tidak, sayang juga mesinnya nyala tapi cuma nyedot angin,” beber Eti.

Warga lainnya, Siti mengaku terpaksa membeli air seharga Rp 70.000 per tandon untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.

“Saya isi waktu hari minggu tapi sepertinya belum penuh sudah berhenti aliran airnya. Jad baru dua hari, terpaksa sudah beli air. Mana satu tandon harganya Rp 70.000. Mahal, tapi mau bagaimana lagi,” ungkap Siti. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved