Reshuffle Kabinet

Tidak Puas dengan Kinerja Kabinet, Publik Sambut Positif Reshuffle

Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi mendapat sorotan media.

Tidak Puas dengan Kinerja Kabinet, Publik Sambut Positif Reshuffle
INDRA AKUNTO/KOMPAS.com
Lima menteri dan sekretaris kabinet dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi mendapat sorotan media.

Berdasarkan hasil kajian Indonesia Indicator (I2) pada periode 1 Januari hingga 12 Agustus 2015, sebanyak 343 media di seluruh Indonesia, baik nasional maupun lokal, memotret kebutuhan adanya reshuffle kabinet.‬

‪"Situasi tersebut dipicu oleh adanya dua hasil survei yang menunjukkan ketidakpuasan publik pada kinerja kabinet. Kekecewaan pada kabinet tersebut terjadi karena naiknya harga beras, nilai tukar rupiah yang anjlok, dan isu kenaikan uang muka mobil pejabat," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2015).

Rustika menuturkan, puncak tren pemberitaan mengenai reshuffle di media terjadi pada Mei dan menurun sepanjang tiga bulan terakhir. "Di saat tren yang menurun tersebut, Presiden Jokowi justru secara mengejutkan melakukan reshuffle," kata Rustika.‬

Baca: Jokowi Lantik 5 Menteri dan Seskab, Inilah Menteri Kabinet Kerja Terbaru

‪Dalam pantauan media, kata Rustika, publik cukup terkejut dengan keputusan Jokowi me-reshuffle kabinetnya. Keputusan Jokowi itu, lanjut Rustika, menjadi perbincangan hangat sepanjang Rabu (12/8/2013). Dalam sehari pemberitaan di media online mencapai 792 berita dari 82 media nasional di Indonesia. ‬

‪Rustika menambahkan, pada saat tekanan publik menguat untuk melakukan reshuffle, Presiden Jokowi berusaha tidak terprovokasi oleh tekanan publik. Namun, tutur Rustika, ketika tekanan itu semakin melemah, Presiden Jokowi mengambil keputusan penting.

‪Pada periode 1 Januari hingga Juli 2015, lanjut dia, sentimen negatif media membingkai reshuffle kabinet sebanyak 30,11 persen. Sementara itu, ketika Presiden secara tiba-tiba melakukan reshuffle kemarin publik menyambutnya secara positif.

"Sentimen negatif melemah hingga 18,77 persen (pemberitaan hingga pukul 18.27 WIB kemarin)," kata Rustika.‬

‪Sentimen positif, kata dia, tercermin dari pandangan publik yang mengatakan reshuffle yang telah dilakukan Jokowi sudah tepat dan mampu membangun kepercayaan dan harapan publik. Menurut Rustika, salah satu keputusan yang dianggap sesuai dengan keinginan publik adalah dengan menggeser Menko Bidang Ekonomi, Sofyan Djalil ke Bappenas, dengan demikian koordinasi kerja untuk bidang ekonomi makin kuat dan solid. ‬

‪Namun demikian, kata dia, beberapa pihak menilai reshuffle yang dilakukan masih setengah hati dan agak telat, sebagaimana dikemukakan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. ‬

‪Dalam sebulan terakhir di media, nama Rini Soemarno, Bambang Brodjonegoro, Andi Widjajanto, Sofyan Djalil, dan Tedjo Edy Purdijatno kerap disebut pantas direshuffle. Sedangkan, dalam seminggu terakhir, nama menteri yang disebut layak diganti adalah Tedjo Edy (82 berita), Andi Widjajanto (71 berita), Rachmat Gobel (68 berita), Andrinof Chaniago (50 berita) dan Indroyono Soesilo (43 berita). ‬

‪Namun dalam seminggu terakhir, ujar Rustika, nama Rini Soemarno dan Bambang Brodjonegoro menghilang dalam deteksi pemberitaan tentang reshuffle. Keduanya memang terbukti lolos dari reshuffle. ‬

‪"Dengan demikian, terkait nama-nama yang dianggap pantas reshuffle menurut kacamata publik, 50 persen telah terpenuhi, selebihnya bersandar pada hak prerogatif presiden memilih mempertahankannya," tutur Rustika. ‬

‪Di luar Jokowi dan Jusuf Kalla, kata Rustika, nama Zulkifli Hasan, Setya Novanto dan Surya Paloh menjadi figur yang memberikan pernyataan soal reshuffle dan paling banyak dikutip oleh media online dalam sebulan terakhir. (Tribunnews.com/ M Zulfikar)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved