Hari Pramuka
Bupati dan Walikota Diperintahkan Tingkatkan Anggaran Pramuka
Penjabat Gubernur Kalimantan Utara, Triyono Budi Sasongko memerintahkan para Bupati dan Walikota di Kalimantan Utara
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Penjabat Gubernur Kalimantan Utara, Triyono Budi Sasongko memerintahkan para Bupati dan Walikota di Kalimantan Utara untuk mengalokasikan dana yang cukup dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembinaan dan operasional kegiatan Pramuka.
Selain itu, Bupati dan Walikota harus mengajak kalangan dunia usaha untuk mengembangkan Gerakan Pramuka melalui dana corporate social responsibility (CSR).
Hal itu ditegaskannya saat menyampaikan sambutan pada Hari Ulang Tahun ke-54 Gerakan Pramuka tingkat Kalimantan Utara, sekaligus membuka Jambore Cabang ke-4 Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan, Jumat (14/8/2015) di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan.
Ditemui usai upacara dia menyebutkan, sebenarnya selama ini daerah sudah memberikan perhatian terhadap Gerakan Pramuka. Hanya saja, perhatian yang diberikan perlu ditingkatkan lagi.
Baca: Ardiansyah Ajak Kembangkan Pramuka yang Keren, Asyik dan Menyenangkan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota sudah memberikan perhatian yang cukup bagus terhadap Gerakan Pramuka, dengan mengalokasikan dana melalui dana hibah ataupun bantuan sosial.
“Untuk kegiatan Kepramukaan, dananya langsung diberikan kepada kwarcab yang bersangkutan. Cuma memang besarnya masih bervariasi. Harapan kami ke depan, ada alokasi yang signifikan,” ujarnya.
Dia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan kegiatan Pramuka, tentu tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anggaran perlu disusun melalui Kwartir Cabang masing-masing.
“Setahun sebelumnya sudah ada rencana untuk tahun akan datang. Tidak bisa sekarang itu bantuan dadakan-dadakan. Mau kegiatan tahun ini, minta tahun ini sekarang tidak bisa lagi,” ujarnya.
Kegiatan harus direncanakan setahun sebelumnya, untuk dianalisis tim anggaran guna pengalokasikan pada anggaran tahun berikutnya.
Perlunya mengalokasikan anggaran yang besar untuk kegiatan Kepramukaan, karena Triyono berpendapat, Gerakan Pramuka merupakan wadah pembinaan generasi muda yang sangat efektif dalam rangka mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa yang akan datang.
Apalagi, dengan kondisi Kalimantan Utara yang berada di perbatasan Republik Indonesia-Malaysia.
“Sudah barang tentu kecintaan tanah air, wawasan kebangsaan ini, harus bisa mewarnai di dalam pelatihan Gerakan Pramuka yang ada di provinsi kita. Bela negara, wawasan kebangsaan, cinta tanah air,” ujarnya.
Termasuk, kata dia, kemampuan menangkal pengaruh negatif yang masuk dari luar.
“Utamanya sekarang kan kawasan perbatasan ini seringkali digunakan untuk penyelundupan narkoba dan sebagainya. Sehingga bagaimana kita mempunyai daya tangkal khususnya generasi muda kita terkait dengan efek yang kurang baik terkait dengan itu tadi,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pramuka_20150814_132346.jpg)