Keluarga Iringi Korban Serangan Buaya ke Peristirahatan Terakhir
Di sisi peti jenazah, tampak kedua orang tua Bongga bersama 10 saudara kandungnya.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Isak tangis mengiringi ibadah hari terakhir mendiang Bongga Parabak (20), warga Kampung Jawa, Kabo, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (19/8/2015) siang.
Ratusan keluarga tampak khidmat mengikuti ibadah bersama yang digelar di halaman rumah.
Di sisi peti jenazah, tampak kedua orang tua Bongga bersama 10 saudara kandungnya.
Puji-pujian diberikan menjelang pemberangkatan jenazah ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Suku Toraja, yang tak jauh dari rumah mereka.
Di antara para tamu, hadir pula salah satu calon Bupati Kutim, Norbaiti Isran, yang duduk di kursi bagian depan, tepat di hadapan peti jenazah.
"(Saya) datang untuk berbela sungkawa pada keluarga almarhum. Biar bagaimana, saya juga warga Kutim," kata Norbaiti.
Seperti diketahui, kepergian Bongga akibat keganasan buaya muara di sekitar sungai Kabo.
Ia yang saat kejadian sedang mandi, tiba-tiba diterkam buaya dan dibawa masuk ke dalam air. Setelah empat jam upaya pencarian, jenazah Bongga akhirnya ditemukan.
Di paha kanan dan beberapa bagian tubuh lainnya, terdapat luka bekas gigitan buaya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemakaman-bongga-parabak_20150819_231342.jpg)