Selasa, 14 April 2026

Keluarga Iringi Korban Serangan Buaya ke Peristirahatan Terakhir

Di sisi peti jenazah, tampak kedua orang tua Bongga bersama 10 saudara kandungnya.

TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Keluarga besar Bongga Parabak duduk menghadapi peti jenazah dalam ibadah penguburan yang digelar Rabu (19/8/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Isak tangis mengiringi ibadah hari terakhir mendiang Bongga Parabak (20), warga Kampung Jawa, Kabo, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (19/8/2015) siang.

Ratusan keluarga tampak khidmat mengikuti ibadah bersama yang digelar di halaman rumah.

Di sisi peti jenazah, tampak kedua orang tua Bongga bersama 10 saudara kandungnya.

Puji-pujian diberikan menjelang pemberangkatan jenazah ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Suku Toraja, yang tak jauh dari rumah mereka.

Di antara para tamu, hadir pula salah satu calon Bupati Kutim, Norbaiti Isran, yang duduk di kursi bagian depan, tepat di hadapan peti jenazah.

"(Saya) datang untuk berbela sungkawa pada keluarga almarhum. Biar bagaimana, saya juga warga Kutim," kata Norbaiti.

Seperti diketahui, kepergian Bongga akibat keganasan buaya muara di sekitar sungai Kabo.

Ia yang saat kejadian sedang mandi, tiba-tiba diterkam buaya dan dibawa masuk ke dalam air. Setelah empat jam upaya pencarian, jenazah Bongga akhirnya ditemukan.

Di paha kanan dan beberapa bagian tubuh lainnya, terdapat luka bekas gigitan buaya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved