Serapan Anggaran Provinsi Termuda Ini Terendah se-Indonesia
Hingga periode Juli 2015, tercatat serapan APBD provinsi termuda itu masih di bawah 20 persen, berkisar 18,6 persen.
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Arfan
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi provinsi dengan serapan anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) terendah se-Indonesia.
Hingga periode Juli 2015, tercatat serapan APBD provinsi termuda itu masih di bawah 20 persen, berkisar 18,6 persen.
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara Triyono Budi Sasongko pun tak menampik kabar ini. Pasalnya ia sempat menghadiri secara langsung rapat bersama Presiden Joko Widodo bersama gubernur se-Indonesia di Istana Bogor, Senin (24/8/2015).
“Realisasi kita sekarang masih di bawah 25 persen. Kita harus tangani segera. Yang sangat kurang itu, ada beberapa hal terutama masalah proyek-proyek fisik, belum sebagaimana yang kita harapkan,” ungkap Triyono melalui sambungan teleponnya kepada TribunKaltim.co, Senin (24/8/2015).
Mantan Bupati Purbalingga itu meyakini, rendahnya realisasi serapan anggaran pemprov ditengarai oleh persoalan jumlah personel.
Sokongan personel pegawai hanya kurang lebih 900 orang diyakini belum mampu menjawab tantangan realisasi serapan anggaran yang diharap optimal.
BACA JUGA: APBD Kaltara 2015 Turun 20 Persen Dibanding Tahun 2014
“Memang seharusnya segera ada penambahan personel (pegawai). Tapi kemudian di tahun 2015 ini kan tidak ada formasi. Sementara itu masih banyak jabatan-jabatan yang kosong. Itu juga mempengaruhi serapan anggaran,” bebernya.
Meski demikian, Triyono menginginkan pegawai pemprov yang ada juga lebih dimaksimalkan dengan memberi berbagai macam pelatihan pengelolaan keuangan dan pengadaan barang dan jasa.
Selain itu ia menyadari, realisasi serapan anggaran pemprov ikut dipengaruhi faktor ketakutan-ketakutan oleh aparatur pemerintah sendiri.
“Imbauan saya, tidak perlu takutlah, sepanjang prosedural dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalau ada semacam karagu-raguan, secepatnya dikonsultasikan,” ujarnya.
Ditanyai perihal target serapan anggaran hingga akhir tahun, pihaknya belum belum berani berasumsi.
“Saya belum bisa berbicara banyak. Ini nanti setelah pulang, saya langsung ngadain rapat,” singkatnya.
Perlu diketahui, lima daerah dengan anggaran terendah, masing-masing Riau 25,5 persen, Jawa Barat 25,5 persen, Papua 21,7 persen, DKI Jakarta 19,2 persen, terakhir Kalimantan Utara dengan 18,6 persen. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/triyono-budi-sasongko_20150824_184914.jpg)