Pilkada Nunukan

Jika Terjadi Kerusuhan Pilkada, Ini Langkah Polisi

“Akan kita amanakan jika memang terjadi situasi yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

TRIBUNKALTIM.CO/NIKO RURU
Tim Anti Anarkis Brimob Polda Kaltim, Rabu (26/8/2015), membubarkan para perusuh saat simulasi pengamanan Pilkada Kabupaten Nunukan 2015, di alun-alun Kota Nunukan. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Meksipun memiliki personel yang terbatas, polisi telah mengantisipasi jika pada pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), terjadi kerusuhan massal di sejumlah daerah di Indonesia.

Pada tahun ini, lebih 200 daerah melaksanakan Pilkada secara serentak.

Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory mengatakan, jika terjadi kerusuhan massal di sejumlah tempat secara bersamaan, yang paling utama akan dijaga yaitu tempat-tempat strategis seperti perkantoran pemerintah, kantor penyelenggara pilkada dan tempat-tempat vital lainnya.

“Akan kita amanakan jika memang terjadi situasi yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika memang dalam kondisi tersebut personel yang tersedia tidak mampu mengendalikan situasi, pihaknya akan meminta bantuan kepada Polda Kaltim untuk menambah personel.

BACA JUGA: Partai Terima Mahar Tidak Diperbolehkan Ikuti Pemilu Selanjutnya

“Yang akan di BKO-kan di Kabupaten Nunukan kalau dibutuhkan personel,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, situasi di Kabupaten Nunukan masih kondusif sehingga aman dan terkendali. Polisi berusaha menjaga situasi seperti ini tetap terjaga hingga Pilkada Kabupaten Nunukan berakhir.

Namun dia mengingatkan tanpa peran serta seluruh elemen masyarakat, polisi tidak berarti apa-apa.

“Masyarakat harus berperan, ada kesadaran dan rasa memiliki untuk menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved