Tes Kesehatan Dibatasi Hingga Akhir September
Kegiatan PON tahun lalu, para tim medis langsung mendatangi para atlet sesuai lokasi kegiatan mereka.
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Ade Miranti
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hari terakhir pemeriksaan kesehatan bagi ratusan atlet dari 41 cabang olahraga di KONI Kaltim, masih banyak puluhan cabor yang belum mengikuti. Adanya kejurnas maupun kejurprov adalah alasan tidak mengikuti tes kesehatan.
Namun, Ketua bidang Sport Sains sekaligus tim dokter yang menangani, M Sadiq Sahil mengatakan diberikan kesempatan satu bulan bagi para cabor yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan PON tahun lalu, para tim medis langsung mendatangi para atlet sesuai lokasi kegiatan mereka.
"Kita tunggu batas waktu sampai akhir September nanti di Lab Nur Asih. Kalau tahun sebelum-sebelumnya, misal atletnya kejurnas di Bandung, kita langsung ke sana atas perintah Koni. Yah, lebih mirip jemput bola," ujarnya.
Dari 559 atlet dari 41 cabor yang diundang, hanya 300 lebih yang mengikuti tes kesehatan. Terakhir pemeriksaan kesehatan, Kamis (27/8) sore, disebutkan cabor layar dan voli yang belum mengikuti dari 10 cabor.
"Total keseluruhan yang ditangani sejak Senin sampai sekarang, baru tiga per empat yang ditangani. Sekitar tiga ratusan," sebutnya.
Sadiq menyebutkan tiga kategori penilaian kesehatan untuk atlet. Yaitu, sehat tanpa catatan, sehat dengan catatan dan kategori unfit.
Selama 4 hari berlangsung, didapatkan lebih dari lima atlet kategori sehat dengan catatan. Penyakit tekanan darah, gangguan pencernaan hingga penyakit asma dugaan sementara hasil analisis tim dokter untuk atlet tersebut.
"Fit dengan catatan, nggak sampai sepuluh orang. Dugaan penyakit sementara hipertensi, gangguan pencernaan, menunjuk pada riwayat asma. Adanya gangguan kesehatan dilakukan rekonsultasi. Sehat dengan catatan baru didapatkan hari ini," ucapnya.
Kategori unfit atau penyakit serius belum ditemukan dari tim medik. Pasalnya, hasil dari pengambilan sample darah, pernafasan dan scan, memerlukan waktu untuk mendapatkan hasil terakhir kesehatan. Setelah itu, bakal dilaporkan ke KONI Kaltim.
"Perform fisik sih tidak ada, gangguan penyakit dalam yang tadi saya sebutkan itu saja. Kita masih tunggu hasil lab dan nanti akan kita laporkan ke Koni. Sementara ini, kita fokus kesehatan atlet dulu. Kalau pelatih, tunggu arahan dari KONI saja," katanya.
Dia juga menjelaskan skema yang seharusnya dilakukan para atlet sebelum mengikuti Pra PON. Dan diutarakan kembali, minimal 6 bulan pemeriksaan kesehatan atlet wajib dilakukan.
"Idealnya enam bulan untuk tes kesehatan. Paling nggak setahun sekali. Harusnya dilakukan tes kesehatan terlebih dahulu baru tes fisik. Karena ada kendala, jadinya tahun ini tes fisik duluan yang didahulukan," ujarnya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sport_tes-medis_20150827_211621.jpg)