Selasa, 14 April 2026

Pembunuhan Sadis

Orangtua Korban Ingin Pembunuh Anak Gadisnya Dihukum Mati

Pantuan Tribunkaltim.co, Sabtu (29/8/2015), warga berdatangan ke lokasi kejadian.

Penulis: Junisah |
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Inilah rumah tersangka Kaisar yang membunuh Fitri. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Sejak terungkapnya Kaisar sebagai tersangka pelaku pembunuh Fitri Shara Hasugian (16) siswa SMA Hang Tuah Tarakan, Rabu (26/8/2015) lalu, lokasi pembunuhan yang tak lain rumah tersangka yakni rumah pastori yang berada di samping Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Tarakan di Jalan Mulawarman No. 4 Tarakan hingga kemarin masih ramai dikunjungi warga.

Pantuan Tribunkaltim.co, Sabtu (29/8/2015), warga berdatangan ke lokasi kejadian. Ada yang menggunakan sepeda motor, mobil, ada juga yang jalan kaki. Mereka silih berganti berdatangan sekadar melihat secara dekat TKP.

Arbayah, warga Selumit mengaku datang ke TKP bersama suaminya. Alasannya, hanya penasaran ingin melihat secara dekat tempat pembunuhan yang dilakukan Kaisar terhadap siswi SMA Hang Tuah ini.

"Penasaran mau melihat dari dekat saja gimana sih tempatnya. Eh pas saya melihat ternyata seperti ini ya. Saya kira gerejanya besar dan rumahnya juga besar, ternyata bangunan gerejanya belum selesai dan rumah tersangka tidak terlalu besar," katanya.

Baca: Bapak dan Istri Kaisar Diperiksa Intensif

Hal sama diungkapkan ibunda Dafa. Warga Karang Balik ini mengaku, mengunjungi lokasi pembunuhan Fitri, karena penasaran saat mendengar cerita teman-temannya, tentang rumah tersangka yang berada di sebelah gereja.

"Teman-teman saya sudah melihat lokasinya. Jadi saya penasaran saja dan akhirnya kesini. Kebetulan juga lewat di Jalan Mulawarman, sekalian mampir dan ternyata banyak juga warga melihat," ujar bunda Dafa yang membawa dua orang anaknya.

Terlihat pintu rumah tersangka di samping gereja dikunci gembok sangat besar. Meskipun terkunci, kaca jendela bagian depan terbuka, sehingga siapapun bisa melihat dari kaca jendela. Terlihat lampu dan kipas angin masih menyala di dalam kamar.

Kemarin, Tribunkaltim.co kembali menyambangi Kantor Polres Tarakan untuk menemui ayah dan istri Kaisar, yakni BR Simatupang dan Neli yang masih berada di Kantor Polres Tarakan. Saat Tribun datang, Neli berada di lantai satu gedung Satuan Reskrim.

Melihat Neli masih menggunakan baju sama, yakni warna pink dan celana jins, Tribun mencoba mendekati untuk mewawancari. Sayangnya, Neli enggan menjawab dan langsung pergi naik ke lantai dua gedung Satuan Reskrim.

Sementara, Rama Silitonga dan Dapot Hasugian, orangtua Fitri menginginkan pelaku pembunuh anak keempatnya dihukum mati.

"Saya mau dia (Kaisar) dihukum mati, karena orangtua itu sudah membunuh anak saya," kata Rama tegas.

Rama menuturkan, sebagai seorang ibu ia sudah memiliki firasat bahwa anaknya berada di gudang pastori.

"Tiga hari setelah anak saya hilang, saya berdoa kepada Tuhan. Saya bilang Tuhan dimana anak saya, berikan saya petunjuk Tuhan. Dengan mata terpejam saya meminta, dan Tuhan kasih petunjuk bahwa anak saya ada di gudang pastori," ujarnya.

Dengan mendapatkan petunjuk dari Tuhan itulah akhirnya pagi-pagi sekali, dia pergi ke rumah pastori yang ditempati B.R Simatupang, bersama Kaisar dan Neli.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved