Kebakaran Hutan

Kabut Asap Semakin Pekat, Bandara pun Tutup 7 Jam

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Berau sejak beberapa pekan terakhir, hingga kini belum ada tanda-tanda berkurang.

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau terus berupaya memadamkan lahan gambut yang terbakar di berbagai kecamatan di Kabupaten Berau. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen,d an Febriawan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Berau sejak beberapa pekan terakhir, hingga kini belum ada tanda-tanda berkurang. Justru kabut asap semakin pekat, terutama dalam dua hari ini.

"Sejak Senin kemarin kabut asap makin parah, bahkan asap sampai masuk ke dalam rumah. Semua ruangan bau asap sampai baju-baju semua bau asap," kata Sofyan, warga Jalan Pulau Derawan, Tanjung Redeb.

Pengamatan Tribunkaltim.co, kabut asap juga menyelimuti jalan raya dengan jarak pandang sekitar 700 meter. Kapal-kapal yang biasa lalu lalang di sepanjang Sungai Segah nyaris tak terlihat karena tebalnya kabut asap.

Semakin pekatnya kabut asap juga menganggu jadwal penerbangan di Bandara Kalimarau. Kepala Seksi Pelayanan Bandara Kalimarau Budi Sarwanto mengatakan, pihaknya terpaksa menutup landasan pacu hingga tujuh jam, karena jarak pandang hanya 700 meter.

"Bandara kita tutup hingga pukul 12.00 siang, karena kabut asapnya tebal sekali. Jarak pandang hanya 700 meter. Padahal, jarak pandang minimal untuk pesawat ATR 1,5 kilometer dan pesawat Boeing 3 kilometer. Jarak pandang hanya 700 meter berisiko tinggi. Terpaksa kami tutup," kata Budi kepada Tribunkaltim.co, Rabu (2/9/2015).

Baca: Kabut Asap, Jarak Pandang di Tanjung Selor Hanya 2 Kilometer

Penutupan bandara lanjut kata Budi, hanya berlaku untuk pesawat-pesawat dari luar Berau yang akan mendarat.

"Jadi pesawat yang take off (lepas landas) dari Bandara Kalimarau tetap berjalan. Hanya saja kalau kabut asap masih tebal kita tunda dulu. Khusus pesawat dari Balikpapan dan Samarinda yang mendarat di Kalimarau terpaksa kita tutup," paparnya.

Dikemukakan, meski kabut asap tebal, pesawat yang akan tinggal landas masih bisa melihat posisi landasan pacu. Sebaliknya, pesawat yang mendarat tidak melihat landasan pacu.

"Karena landasan pacu tidak terlihat dari udara, kalau pesawat yang mau take off masih bisa lihat, karena posisinya masih di darat," jelas Budi.

Ditambahkannya, meski Bandara Kalimarau dilengkapi dengan Instrument Landing System (ILS) sebagai acuan pilot, namun visualisasi tetap dibutuhkan.

Dikonfimasi terpisah, General Manager Garuda Indonesia Berau Sugiyono membenarkan, kabut asap sempat menganggu jadwal penerbangan Garuda.

"Pesawat masih standby di Balikpapan menunggu perkembangan cuaca," ujarnya kepada Tribunkaltim.co.

Baca: Lagi, Sehari 4 Penerbangan Tertunda Akibat Kabut Asap

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved