Kebakaran Hutan
Petugas BPBD Sudah Sebulan Padamkan Api
Selain itu, kebakaran lahan gambut juga sulit dipadamkan.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sudah sebulan lamanya, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau terus berupaya mengurangi kabut asap yang bersumber dari kebakaran lahan di sejumlah lokasi.
"Sudah sebulan penuh kita berusaha memadamkan api. Satu lokasi yang dipadamkan, muncul kebakaran di lokasi lain ," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Risman, Selasa (2/9/2015).
Kebakaran lahan paling luas terjadi di wilayah Tanjung Batu, Kecamatan Derawan. Bersamaan dengan itu, sejumlah lahan di Tanjung Redeb dan Gunung Tabur juga terbakar.
Menurut Risman, situasi kebakaran di Tanjung Batu sudah tidak terpantau lagi. Sekarang petugas pemadam fokus memadamkan api di dekat kota, seperti wilayah Kecamatan Sambaliung.
"Banyak lahan gambut yang terbakar di sana, lokasinya tersebar di berbagai kampung. Mulai Limunjan, Trans Bangun sampai Gurimbang," ungkapnya.
Baca: Kabut Asap Semakin Pekat, Bandara pun Tutup 7 Jam
Lebih dari 30 hektare lahan gambut terbakar di Kecamatan Sambaliung. Risman tak menampik jika pihaknya kesulitan memadamkan api. Meski terdengar klasik, minimnya jumlah personel, peralatan dan biaya operasional menjadi kendala utama.
Selain itu, kebakaran lahan gambut juga sulit dipadamkan.
"Gambut itu kan rawa. Rumput dan semak belukarnya tebal. Walaupun kita padamkan api di atasnya, di bawah api tetap menyala seperti sekam. Rumputnya lebat, air tidak bisa masuk ke dalam sekam," kata Risman.
Pihaknya tidak ingin mempertaruhkan personel BPBD yang jumlahnya sangat sedikit.
"Saya melarang anak-anak (petugas BPBD) masuk terlalu jauh ke lahan gambut. Saya khawatir mereka terperosok di lumpur sementara di atasnya ada api," ungkap mantan Kasubag Humas DPRD Berau ini.
Saat ini, BPBD Berau fokus pada penanganan kebakaran di lahan yang berdekatan dengan pemukiman warga. Disinggung penyebab kebakaran, Risman mengatakan, ada beberapa lahan yang sengaja dibakar oknum warga untuk membuka lahan tanam.
Mobil-mobil pemadam yang berseliweran dengan sirine menyala sudah menjadi pemandangan sehari-hari sejak musim kemarau. Dalam satu bulan terkahir, sudah ada lebih dari 30 lokasi kebakaran lahan yang tersebar di berbagai kecamatan.
BPBD Berau mengimbau warga tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah. Dampak kebakaran ini, tidak hanya terjadi di dekat lokasi kebakaran. "Abu dan asapnya ke mana-mana, aktivitas masyarakat terganggu, penerbangan terganggu. Jadi hindari membakar sampah apalagi membakar lahan," tandasnya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kebakaran-hutan-kabut-asap_20150903_132950.jpg)