Barita Video
VIDEO – Sawah di Tengah Danau Hanya Ada Kabupaten Ini
Sebuah alur di tengah danau, tempat perahu warga melintas, membelah hamparan padi yang hijau. Alur itu memiliki air agak dalam sehingga perahu ces mas
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Martinus Wikan
Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Rachmat Taufik
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Musim kemarau panjang tak hanya membuat air sungai surut, tapi Danau Melintang di Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara mengering.
Para nelayan pun tak lagi menjala ikan. Mereka beralih profesi menjadi petani yang menanam padi di tengah danau. Padi yang berusia hampir 2 bulan itu tumbuh di tengah danau yang airnya surut.
(Simak juga: VIDEO – Jembatan Terbesar di Asia Segera Rampung )
Ini menjadi pemandangan yang tak lazim bagi warga, terutama dari luar daerah tersebut, hamparan padi tumbuh di dasar danau yang airnya surut.
Sebuah alur di tengah danau, tempat perahu warga melintas, membelah hamparan padi yang hijau. Alur itu memiliki air agak dalam sehingga perahu ces masih bisa lewat.
Warga sekitar sudah memperkirakan padi akan siap dipanen sebelum datang musim hujan. Sekretaris Camat Muara Wis, Arianto mengatakan, mayoritas warga di Muara Wis memiliki mata pencarian sebagai nelayan.
"Danau yang menjadi tempat usaha masyarakat kering, nelayan tidak ada kerjaan lagi. Akhirnya mereka beralih profesi jadi petani," ujarnya.
Saat air danau melimpah, warga sekitar mencari ikan. Tapi dalam 2-3 bulan terakhir, air danau surut akibat kemarau panjang.
Sisa-sisa air danau yang surut justru dimanfaatkan untuk tanam bibit padi. Arianto menyebutkan luasan lahan yang ditanami padi mencapai 100-an hektar.
"Khusus di kawasan danau, tanaman padi ini dikelola kelompok masyarakat dari 2 desa, yakni Desa Melintang dan Muara Enggelam," kata Arianto.
Ada 5-6 kelompok menggarap lahan di tengah danau untuk ditanami padi. Warga kerap menanam padi ketika air danau surut.
Kualitas padi yang dihasilkan tergolong baik. "Keberhasilan panen padi mencapai kisaran 80-90 persen," katanya.
Hasil panen ini tidak hanya dikonsumsi sendiri. Jika hasil panen berlebih, maka mereka menjualnya ke desa lain. Satu kepala keluarga bisa mendapatkan hasil panen 60-70 kaleng. Satu kaleng setara dengan 13 kg untuk gabah atau 15 kg untuk beras.
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.
Like fan page fb TribunKaltim.co
dan follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sawah-di-tengah-danau_20150908_215816.jpg)