Breaking News
Selasa, 7 April 2026

Tahanan Kabur

Napi Kabur Belum Ditemukan, Petugas Rutan Enggan Beberkan Rekaman CCTV

Narapidana kasus narkotika yang divonis penjara selama 2 tahun 6 bulan itu, diduga kabur dengan memanjat salah satu tembok

TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Suasana di depan pintu masuk kunjungan Rutan Klas II A Sempaja, dipenuhi keluarga narapidana yang hendak menjenguk dan mengantar makanan maupun pakaian, Kamis (10/9/2015). 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Christoper Desmawangga

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Narapidana Rutan Klas II A Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur yang kabur sejak Rabu (9/9/2015), hingga saat ini belum juga ditemukan.

Narapidana kasus narkotika yang divonis penjara selama 2 tahun 6 bulan atas nama Arif Muhaimin itu, diduga kabur dengan memanjat salah satu tembok di rutan tersebut.

Kendati demikian, pihak rutan enggan untuk membeber keberhasilan narapidana itu kabur.

Salah satu petugas rutan, atas nama Darjat menjelaskan, setelah mengetahui adanya narapidana yang tidak berada di kamarnya pada saat apel sore, pihaknya langsung menyisir seluruh sudut rutan untuk mencari tahu celah yang membuat Arif bisa kabur.

"Setelah mengetahui ada narpidana yang tidak lengkap, kami langsung sisir seluruh rutan. Beberapa petugas bilang kalau narapidana itu kabur dengan memanjat tembok," ucapnya ketika ditemui di depan pintu masuk rutan, Jumat (11/9/2015).

BACA JUGA: Napi Kabur Menjelang Magrib, Hermawan Duga karena Kelengahan Petugas

Ketika ditanya mengenai rekaman CCTV yang merekam adegan kaburnya Arif, dirinya enggan untuk membeberkan kepada TribunKaltim.co.

"Saya belum lihat rekamannya, tapi memang CCTV kami pasang di sudut rutan, walaupun tidak semua terpasang CCTV," ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah dengan menggunakan telepon genggam, Kepala Rutan Klas II A Sempaja, Nur Wulanhadi Prakoso menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian dibantu dengan jajaran Polresta Samarinda.

"Anak ayam saya masih dicari, kami masih terus lakukan pencarian," ucapnya.

BACA juga: Tahanan Kabur dari Sel dengan Menggergaji Jeruji

Dia pun enggan berkomentar panjang karena sejak Selasa (8/9/2015) dirinya sudah izin tidak ke rutan, dikarenakan sedang sakit.

"Kalau sudah tiba waktunya, saya pasti akan jelaskan semuanya. Saya terus lakukan monitor via telepon kepada anggota rutan, lapas dan juga polres," tuturnya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved