Ibadah Haji
Usai Badai Pasir, Petir, Angin Kencang dan Hujan Es Landa Mekkah
"Butiran es diatas mobil sedang diambil warga di kota Mekkah yang diguyur hujan angin dan petir," tulis Eko Suwantono
BACA JUGA: Sedikitnya 10 Tewas Setelah Hujan Lebat
Badai pasir adalah fenomena meteorologi yang umum terjadi di wilayah arid dan semi-arid. Badai pasir antara lain disebabkan meningkatnya kecepatan angin dalam suatu wilayah yang luas.
Badai pasir umumnya terjadi pada tanah yang kering. Badai pasir dapat memindahkan keseluruhan bukit pasir dan membawa pasir dalam jumlah besar sehingga tepi badai dapat menyerupai dinding pasir setinggi 1,6 km.
Badai pasir di gurun Sahara dalam bahasa setempat dikenal dengan simoom atau simoon. Haboob atau sandstorms berasal dari bahasa Arab yang berari fenomena angin kencang adalah badai pasir di wilayah Sudan sekitar Khartoum. Haboob sering terjadi pada Juli hingga September.
Badai pasir disebabkan angin kencang yang meniup tanah halus atau pasir. Menurut web, indonesiaindonesia.com, saking banyaknya materi halus yang berterbangan, seperti kabut asap, mengakibatkan jarak pandangan agak terganggu.
Di daerah gurun biasa terjadi, beberapa kali dalam setahun, badai pasir dan akan semakin banyak terjadi karena hawa panas di atas gurun menyebabkan atmosfer bawah menjadi tidak stabil.
Ketidakstabilan udara ini bercampur dengan udara di tengah troposphir bergerak kebawah, dan membuat angin kencang di permukaan. (tribunnews.com)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.
Like fan page fb TribunKaltim.co
dan follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/badai-hujan_20150912_002527.jpg)