Siswa Mengaku Sangat Puas terhadap Kinerja Guru Tersertifikasi
Indeks kepuasan siswa berada pada kategori "sangat puas", dengan skor rerata mencapai 83%. Di Samarinda, responden dari SMPN 1,2,4 dan SMAM1,2, 10.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para siswa di Kalimantan Timur mengaku "sangat puas" terhadap kinerja guru mereka yang telah tersertifikasi.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan tim Balitbangda Kaltim terkait pengaruh pemberian tunjangan profesi terhadap kinerja (profesionalisme) guru.
Indeks kepuasan yang dihasilkan dalam penelitian berbanding lurus dengan indeks kinerja guru yang tersertifikasi. Indeks kepuasan siswa berada pada kategori sangat puas, dengan skor rerata mencapai 83,00 persen.
Kepuasan siswa di Kalimantan Timur diraih oleh kelompok guru di jenjang SD/MI dengan skor 84,21 persen. Sedangkan terendah diterima oleh jenjang SMP/Mts dengan skor 81,36 persen.
Baca: Di Provinsi Ini Profesionalisme Guru Tersertifikasi Diklaim Sangat Baik
Meski terendah, tapi angkanya masih di atas 80 persen. Artinya, sebagian besar siswa merasa sangat puas dan mengakui bahwa guru-guru mereka yang telah tersertifikasi itu kinerjanya makin profesional.
Agaknya, tunjangan profesi sebesar 1 bulan gaji yang diberikan kepada guru yang lulus uji sertifikasi memacu motivasi guru untuk bekerja lebih baik.
Dalam penelitian yang sama, yang dipimpin Dr Irwan Gani SE dari Fekon Unmul, diketahui kinerja guru tersertifikasi juga semakin baik. Bahkan, sangat baik dengan skor persepsi 83,96 persen.
Guru adalah aktor sentral dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dengan meningkatnya profesionalisme guru ini, kualitas pendidikan diharapkan ikut meningkat.
Jumlah guru di Kaltim tercatat 48.572 orang, sebanyak 12.351 orang di antaranya sudah tersertifikasi dan mendapatkan tunjangan profesi. Seorang guru kini rata-rata berpenghasilan Rp 10 juta per bulan. Para responden diambil dari kalangan guru, siswa dan kepala sekolah. Mereka mengisi kueosioner yang telah disiapkan.
Tim peneliti juga menggelar forum group discussion (FGD) guna menjaring pendapat stakeholders terkait terhadap kinerja guru.
"Hasilnya memang seperti itu, yakni kinerja guru sangat baik, dan siswa merasa sangat puas dengan kinerja guru mereka. Meski secara umum kinerja mereka makin baik, kami juga melihat bahwa itu belum menjadi budaya," kata Irwan diamini anggota tim peneliti lain seperti Yuli Fitrianto (Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kaltim), dan Prof Dr Lambang Subagyo (FKIP Unmul).
Dalam FGD misalnya, kata Irwan, para stakeholder masih kurang yakin adanya dampak yang signifikan antara tunjangan profesi guru dengan profesionalisme guru. Jika nilai UN dijadikan salah satu tolok ukur kualitas pendidikan, mereka berpendapat, nilai UN mestinya ikut naik. Kenyataan, nilai UN di Kaltim tahun 2015 turun.
Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim balik mempertanyakan hasil penelitian. "Memangnya siswa tahu bahwa guru-guru yang masuk di kelas dan mengajar mereka itu adalah semua guru yang sudah tersertifikasi. Dari mana mereka tahu guru itu sudah (tersertifikasi) dan yang lain belum?"
Pertanyaan ini ia jukan selaku pembahas terkait dengan hasil penelitian yang menyatakan para siswa mengaku sangat puas dengan kinerja gurunya yang sudah tersertifikasi.(bin)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.
Like fan page fb TribunKaltim.co
dan follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/irwan-gani_2_20150915_124859.jpg)