Kebakaran Hutan
Ibu Guru Ini Tinggalkan Jam Mengajar Demi Bawa Anaknya ke Puskesmas
Dengan dampingan ibu kandungnya bernama Rosneni, Zaila menjalani rangkaian tindakan penanganan anak-anak penderita ISPA.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Penderita infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA meningkat akhir-akhir ini. Salah satu pemicunya adalah kabut asap yang melanda Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Zaila misalnya. Balita berumur satu setengah tahun terpaksa harus dibawa ke Puskesmas Tanjung Selor, Kamis (17/9/2015).
Dengan dampingan ibu kandungnya bernama Rosneni, Zaila menjalani rangkaian tindakan penanganan anak-anak penderita ISPA.
Setelah dilakukan pencatatan gejala penyakit di ruang poli anak, Zaila diarahkan oleh petugas kesehatan ke seorang dokter. Kebetulan Zaila menderita batuk-batuk sejak Rabu (16/9/2015). Oleh dokter bernama Yudha, Zaila diperiksa kesehatannya, kemudian diberi resep obat.
“Kemarin mulai batuk-batuk, Mas. Kasihan kurang tidur karena batuk-batuk terus,” sebut Rosneni, sang ibu, yang kebetulan berprofesi sebagai guru di salah satu SMP Negeri di Tanjung Selor.
Baca: Ini Bahayanya Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan
Berharap anaknya sembuh, Rosneni terpaksa meninggalkan jam mengajarnya sementara demi membawa anaknya ke Puskesmas untuk diperiksa. “Terpaksa tinggalin jam mengajar dulu, Mas. Kasihan anak-anak,” ujarnya.
Ibu lain bernama Evi, juga datang dari Jl. Sengkawit membawa balitanya Hasan Bima (1,6 tahun) berobat ke puskesmas. Ia juga mengidap gejala ISPA, batuk-batuk disertai demam bahkan sejak seminggu lalu.
“Mungkin karena kabut asap ini, Mas. Kabutnya sudah dari Agustus kan. Mudah-mudahan dibawa ke sini (puskesmas), batuknya bisa reda,” ujarnya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/balita-menderita-ispa_20150917_172710.jpg)