Selasa, 14 April 2026

Berita Video

VIDEO – Bunga Bangkai di Pekarangan Rumah Warga

Bunga tersebut berwarna dasar merah keunguan dan tumbuh di sela tumpukan batu. Kuncupnya menjulang ke atas sekitar 15 cm tingginya,

TRIBUNKALTIM.CO/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Salah seorang warga tampak memegang bungai bangkai yang tumbuh di perumahan Adiguna. 

Laporan Wartawan TRIBUN KALTIM.CO Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Warga Perumahan Adiguna blok A6 No.14, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, dihebohkan kemunculan bunga bangkai dari tumpukan batu, Kamis (17/9/2015).

Bunga yang tumbuh tepat di depan rumah Syarifah Fatimah ini sempat membuat heboh warga sekitar. Pasalnya bunga tersebut mengeluarkan aroma tak sedap seperti bangkai tikus. Aromanya bahkan tercium hingga radius 15 meter di sekitar blok A6 dan A7.

Menurut salah satu warga sekitar, Maryadi (67) bunga itu tumbuh tiba-tiba sejak empat hari lalu. "Hari minggu kemarin sudah tumbuh kuncup kecil. Tapi baunya nggak ada. Baru kemarin mekar langsung bau sekali kayak bau bangkai tikus mati," ujarnya.

(Simak juga: VIDEO – Tank Tidak Mampu Menarik Tank Yang Mogok )

Bunga tersebut berwarna dasar merah keunguan dan tumbuh di sela tumpukan batu. Kuncupnya menjulang ke atas sekitar 15 cm tingginya, ketika dipegang permukaannya terasa kasar. Bagian dalamnya berwarna kuning emas. Tidak jelas letak akarnya lantaran tertutup batu dan papan kayu.


Bunga beraroma tak sedap yang termasuk endemik langka ini tampak mekar di Perumahan Adiguna Blok A6 No.14, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, Kamis (17/9/2015). (TRIBUNKALTIM.CO/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO)

Tahun lalu pernah juga tumbuh bunga serupa di tempat yang sama. Namun saat itu langsung dipangkas lantaran warga sekitar terganggu aromanya.

Ia sendiri tidak tahu darimana asal-usul bunga beraroma busuk itu lantaran sebelumnya tidak pernah menanam jenis bibit bunga tersebut.

Maryadi yang juga kerap melihat bunga serupa di daerah Wonogiri, Jawa Tengah, mengaku bunga tersebut adalah jenis langka.

Namun hingga kini bunga tersebut belum diketahui pasti jenis dan kelompoknya. Menurutnya bunga tersebut berbeda dengan jenis bunga yang terkenal dengan aroma busuknya, yaitu Rafflesia Arnoldii.

Ia menilai Rafflesia Arnoldii memiliki kuncup yang tidak tumbuh ke atas, melainkan melebar. Ia memperkirakan masa mekar bunga bangkai ini lebih cepat daripada Rafflesia Arnoldii, yakni sekitar 7 hari.

"Kalau sudah seminggu, kuncupnya pasti layu, bunganya mati sendiri. Kalau yang sekarang ini siklus tumbuhnya kemungkinan tiap satu tahun. Karena tahun lalu juga begitu, tumbuhnya pas puasa" ucapnya.

Tanaman tersebut bentuknya menyerupai jantung pisang, berdiameter 30 cm dan tinggi sekitar 35 cm. Berdasarkan pantauan TRIBUNKALTIM.CO sejak pukul 11.00 Wita, bunga tersebut tak mengeluarkan aroma apapun seperti yang diperbincangkan. Namun warga sekitar berujar bunga akan berbau ketika sore hari.

Sejauh ini, tidak ada niatan warga setempat untuk menebang bunga bangkai tersebut. Warga juga tak berniat memindahkan bunga, sebab bunga akan mati jika dipindahkan dari tempat asal tumbuhnya. Kondisi ini justru membuat warga tidak merasa terganggu, melainkan heboh karena bunga endemik langka ini bisa tumbuh di lingkungannya.

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.

Like fan page fb TribunKaltim.co

dan follow twitter  @tribunkaltim  

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved