Berita Pemkab Kutai Timur
Perkuat Pemahaman Ekonomi Islam, Baznas Berikan Beasiswa Penuh
Sasarannya untuk memberikan kesempatan pada anak-anak tidak mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan S1 sesuai dengan mimpi dan cita-citanya.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Strata 1 (S-1) setelah menyelesaikan SMA/sederajat tidak dimiliki oleh setiap orang. Kendala yang umum dialami adalah ketidakmampuan orangtua sang anak untuk membiayai pendidikan.
Dengan alasan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan menggunakan zakat dari umat, mulai melaksanakan program pemberian beasiswa.
Sasarannya untuk memberikan kesempatan pada anak-anak tidak mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan S1 sesuai dengan mimpi dan cita-citanya.
Setahun sebelumnya, Baznas Kutim telah memberikan beasiswa pendidikan pada 4 orang. Maka pada tahun 2015 ini, pihak Baznas Kutim kembali menyerahkan beasiswa pendidikan kepada 7 orang anak yang berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam (SEBI) Depok, Jawa Barat. (Baca juga: Desa Tangguh Dibentuk, Bina Masyarakat Tanggap Bencana)
Penyerahan beasiswa dilakukan oleh Ketua Baznas Kutim, Idrus Yunus di Ruang Tempudau Kantor Bupati, disaksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Iman Hidayat, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Abdul Muthalib.
Penyerahan beasiswa juga dihadiri oleh orangtua dan mahasiswa penerima beasiswa dari Baznas Kutim. Para penerima adalah anak-anak tidak mampu dari berbagai kecamatan di Kutim.
Untuk tahun ini ada alokasi untuk Kecamatan Sangatta Utara, Bengalon, Rantau Pulung, Kaliorang, Long Mesangat, dan Kaubun.
Ketua Baznas Kutim Idrus Yunus didampingi Kordinator Administrasi Baznas, Nanang Gazali, mengatakan bahwa program beasiswa untuk menempuh pendidikan S-1 telah dilakukan dalam waktu dua tahun terakhir.
“Program ini termasuk program unggulan Baznas Kutim yang akan terus digiatkan pada tahun-tahun mendatang. Terlebih fokus pendidikan yang ditempuh adalah sesuai dengan kebutuhan pasar.
Maksudnya ketika anak-anak tersebut menyelesaikan pendidikan S1, maka mereka dapat dengan mudah diterima bekerja di lembaga keuangan, baik itu negeri maupun swasta,” ujar Idrus.
Dijelaskan, beasiswa untuk setiap anak sebesar Rp 86.740.000. Nilai tersebut dihitung sejak penerima beasiswa masuk semester pertama hingga semester akhir.
Dengan begitu diharapkan 7 anak yang telah lulus seleksi dan terpilih dalam program Baznas dapat memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan dimaksud.
"Sehingga dapat menjadi kebanggan bagi anak-anak tidak mampu lainnya untuk terus mewujudkan mimpi. Karena kesempatan selalu ada untuk mereka yang berjuang," kata Idrus.
Sementara itu Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Abdul Muthalib mengatakan program-program Baznas Kutim, mampu menyentuh sasaran yang dituju.
Begitu banyak program yang dilakukan dari tahun ke tahun, mampu di aplikasikan pada penanganan kemiskinan di daerah. Sehingga wajar saja kalau Baznas Kutim jadi rujukan bagi seluruh Baznas di Kabupaten/Kota se-Kaltim.
"Kita mengapresiasi langkah Baznas Kutim, termasuk pemberian biaya pendidikan Strata 1 bagi sejumlah anak dari golongan tidak mampu. Karena pembangunan di daerah tidak akan mampu berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan dari sekarang, jika kemudian tidak diiringi kesiapan sumber daya manusianya," terang Abdul Muthalib dan dibenarkan Kadisdikbud Iman Hidayat. (*hms5/adv)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/beasiswa-baznas-kutim_20150920_173015.jpg)