Jumat, 17 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Pemkot Balikpapan Evaluasi Program Pertanian Gunung Binjai, Luas Tanam Naik Signifikan

Pemkot Balikpapan evaluasi program pertanian Gunung Binjai, hasilnya luas tanam dan akses petani meningkat signifikan

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
HO Pemkot Balikpapan
MONITORING SAWAH BINJAI - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan sejumlah program pertanian di kawasan persawahan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Jumat (10/3/2026). (HO/PEMKOT BALIKPAPAN) 

Ringkasan Berita:

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan sejumlah program pertanian di kawasan persawahan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Jumat (10/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas program yang telah dijalankan sepanjang tahun anggaran 2025, sekaligus melihat dampaknya secara langsung terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani setempat.

Evaluasi Program Pertanian di Lapangan

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut difokuskan pada evaluasi berbagai intervensi pemerintah kota di sektor pertanian, khususnya di kawasan yang menjadi salah satu sentra produksi pangan di Balikpapan.

“Tujuan kunjungan ini adalah untuk melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan terhadap program-program yang sudah dilaksanakan pemerintah kota pada kawasan persawahan Gunung Binjai,” ujar Yuyun, sapaan akrab Sri Wahyuningsih.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 lalu terdapat beberapa program strategis yang telah direalisasikan, di antaranya rehabilitasi lahan sawah seluas 14 hektare, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2 kilometer, serta penyaluran bantuan sarana produksi (saprodi) kepada kelompok tani secara rutin setiap tahun.

Baca juga: Dorongan Revisi RTRW Menguat, DPRD Balikpapan Soroti Ketidaksesuaian Tata Ruang

Infrastruktur Dorong Akses Petani

Yuyun menyampaikan, dari hasil evaluasi di lapangan, pembangunan jalan usaha tani dinilai memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas petani menuju lahan pertanian.

Sebelumnya, kondisi jalan yang sulit dilalui menjadi kendala utama dalam aktivitas pertanian. Bahkan, sebagian petani menyebut akses tersebut cukup ekstrem dan berisiko.

Namun kini, kondisi tersebut telah berubah. Jalan usaha tani yang dibangun membuat akses menjadi lebih mudah, aman, dan efisien, baik bagi petani maupun kendaraan pengangkut hasil panen.

“Jalan usaha tani tersebut sangat mengubah wajah akses menuju lokasi persawahan. Dari yang sebelumnya sulit ditempuh, sekarang menjadi jauh lebih mudah dilalui oleh petani untuk melakukan aktivitas pertanian,” jelasnya.

Luas Tanam dan Produktivitas Meningkat

Selain peningkatan akses, program rehabilitasi sawah juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Baca juga: Pemohonan SIM di Polresta Balikpapan di Hari Pertama Penerapan WFH ASN Tetap Stabil

Lahan yang sebelumnya kurang optimal kini dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga berdampak pada peningkatan luas tanam.

“Rehabilitasi sawah seluas 14 hektare mampu menambah luas tanam dari semula sekitar 26 hektare menjadi 40 hektare. Ini tentu menjadi capaian yang positif dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved