Ribuan Ikan Mati Mendadak, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah
Kematian ikan secara misterius itu membuat para petani keramba kebingungan.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen dan Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Warga Berau, terutama yang tinggal di pinggiran Sungai Segah, mulai Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur hingga Gunung Tabur dikejutkan dengan ribuan ikan mas yang mati mengambang.
Kematian ikan secara misterius itu membuat para petani keramba kebingungan. Selain tidak mengetahui penyebabnya, mereka juga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Mulyadi, pemilik keramba ikan mas di bantaran Sungai Segah mengaku baru mengetahui semua ikan mas mati pada pagi hari.
"Saya juga baru tahu tadi pagi waktu mau memberi makan ikan. Saya buka keramba semua ikan sudah mati mengambang. Begitu saya serok lagi ke bawah ternyata ikan yang mati lebih banyak," ungkap Mulyadi ditemui Tribunkaltim.co di keramba miliknya, Rabu (30/9/2015).
Mulyadi memiliki 11 keramba, 7 keramba di antaranya siap dipanen. Namun apa daya hampir semua ikan di keramba mati.
Dalam satu keramba ukuran 2x2 meter terdapat seribu ekor ikan. "Mulai bibit sampai yang siap panen mati semua," ujarnya pasrah.
Baca: Ribuan Ikan Mati Akibat Limbah Batu Bara
Mulyadi yang juga ketua kelompok petani keramba "Sumber Rezeki" ini mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

TRIBUNKALTIM/GEAFRY NECOLSEN -- Petani keramba mengecek ikan mas yang mati mengambang secara tiba-tiba. Lantaran peristiwa ini, mereka rugi ratusan juta rupiah.
Selain Mulyadi, ada 15 petani keramba yang mengalami nasib serupa. Belum termasuk puluhan petani keramba di sepanjang Sungai Segah mulai Tanjung Redeb, Teluk Bayur hingga Gunung Tabur.
Menurut Mulyadi yang sudah 13 tahun melakoni budidaya ikan mas ini, dirinya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Nasib serupa juga dialami Toyib, petani keramba yang juga mengalami kerugian hingga Rp 50 juta.
Ribuan ikan yang siap panen miliknya mati. Pemilik 10 keramba ini mengaku kehilangan lebih dari 3.000 ekor ikan yang rata-rata bobotnya mencapai 250 gram.
Pantauan Tribunkaltim.co, para petani di Labanan juga mengalami hal sama. Ribuan ikan mas yang mereka budidayakan mati. Ada yang masih hidup dalam keadaan lemas seperti kekurangan oksigen.
"Rugi banyak ini, karena ikan mati semua. Cuma ada beberapa ekor saja yang masih hidup, kalau dihitung mungkin tidak sampai 10 kilo," ungkap Yudi, petani keramba di Labanan.
Amat, petani keramba lainnya juga mengalami kerugian besar, hampir seluruh ikan mas yang dibudidayakannya mati dalam kondisi serupa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ikan-mati-di-berau1_20151001_120555.jpg)