Senin, 13 April 2026

Harga Ikan Air Tawar Merosot Pasca Ribuan Ikan di Keramba Mati

Sejak munculnya fenomena kematian ribuan ikan di bantaran Sungai Segah awal pekan lalu, masyarakat jadi khawatir mengonsumsi ikan air tawar.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Pedagang ikan air tawar selama hampir sepekan ini sepi pembeli. Pasalnya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Berau sempat mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan air tawar sementara waktu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sejak munculnya fenomena kematian ribuan ikan di bantaran Sungai Segah awal pekan lalu, masyarakat jadi khawatir mengonsumsi ikan air tawar.

Terlebih lagi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Berau juga mengimbau warga agar tak mengonsumsi ikan air tawar sementara waktu.

Kondisi ini berdampak pada sejumlah pedagang ikan di Pasar Sanggam Adji Dilayas. Menurut Udin, seorang pedagang ikan di pasar induk itu, minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan masih tetap tinggi, hanya saja mayoritas pembeli lebih memilih ikan laut ketimbang membeli ikan air tawar.

"Kalau ikan laut tetap laku, tidak ada perubahan. Masih banyak orang yang beli ikan laut. Ikan tawar yang tidak laku sama sekali. Kalau biasanya ada saja yang beli ikan mas, ikan nila, lele sekarang sudah tidak ada lagi," ungkapnya.

Harga ikan laut di pasaran pun cenderung normal, sementara harga ikan air tawar turun drastis. "Ikan mas biasa saya jual Rp 50.000 per kilogram, saya jual Rp 40.000 per kilo pun tetap tidak ada yang beli," ujarnya.

Baca: PDAM Tak Bisa Jamin Air Aman Dikonsumsi, Warga Terpaksa Beli Air Mineral

Udin menduga, sepinya pembeli ikan air tawar ini disebabkan fenomena matinya ribuan ikan yang juga mengalir tak jauh dari pasar induk.

Tidak hanya ikan mas dan ikan nila yang sepi peminat, pedagang ikan lele pun mengeluh karena nyaris tak ada pembeli yang singgah ke lapak pedagang.

"Padahal kalau ikan lele ini dijual dalam keadaan hidup. Kalau ikan mas dan ikan nila kan dijual dalam keadaan mati. Tapi, tetap saja sepi pembeli. Ada satu dua saja yang membeli ikan lele, itu pun belinya tidak banyak, paling cuma sekilo," kata Jamal, pedagang ikan di Pasar Sanggam.

Rahmawati, seorang pengunjung pasar mengatakan, sejak dirinya mengetahui ada ribuan ikan mati di Sungai Segah, dirinya lebih beralih mengonsumsi ikan laut.

"Bapak (suami) yang lebih suka ikan nila, tapi sementara ini beli ikan laut saja dulu. Banyak ikan mati kan di sungai?" katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Fuadi mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan air tawar sementara waktu.

Baca: Kepala DKP Imbau Masyarakat Hindari Makan Ikan

"Karena kita masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian ikan. Kami juga tidak bisa menjamin, ikan-ikan itu aman untuk dikonsumsi. Jadi sementara waktu, jangan konsumsi ikan air tawar," ujarnya.

Fuadi juga mengatakan, tingkat konsumsi ikan air tawar di Kabupaten Berau masih jauh lebih rendah jika dibanding konsumsi ikan laut.

"Masyarakat kita lebih suka konsumsi ikan laut, kalau ikan air tawar masih sangat rendah, jadi saya kira tidak akan terlalu berpengaruh," katanya lagi. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved