Sabtu, 11 April 2026

PDAM Tak Bisa Jamin Air Aman Dikonsumsi, Warga Terpaksa Beli Air Mineral

Pihaknya baru saja mengirimkan sampel air ke laboratorium di Balikpapan untuk memastikan higienitas air yang diproduksi IPA PDAM.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Petani keramba mengecek ikan mas yang mati mengambang secara tiba-tiba. Lantaran peristiwa ini, mereka rugi ratusan juta rupiah. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Penyebab matinya ribuan ikan mas di keramba bantaran Sungai Segah, Tanjung Redeb, Berau masih belum diketahui.

Warga sekitar Sungai Segah mulai was was. Direktur PDAM Tirta Segah Bahriansyah mengatakan, pihaknya tetap memproduksi air bersih untuk masyarakat. Meski begitu, Bahriansyah tidak berani menyatakan air produksi PDAM aman dikonsumsi.

Pihaknya baru saja mengirimkan sampel air ke laboratorium di Balikpapan untuk memastikan higienitas air yang diproduksi IPA PDAM.

"Kita tetap produksi, tapi kalau takut mengonsumsi air jangan dipaksakan, jangan diminum. Air untuk mandi, cuci dan ke kamar kecil (MCK) saja. Kalau untuk air minum pastikan direbus sampai mendidih atau beli air mineral saja dulu," ungkapnya.

Mendengar pernyataan Direktur PDAM Tirta Segah yang tak berani menjamin higienitas air PDAM warga makin khawatir.

"Kalau gitu nggak bisa diminum airnya, saya liat sendiri banyak ikan yang mati di sungai," kata Siti Rahma, pelanggan PDAM yang tinggal di Kelurahan Rinding, Teluk Bayur.

Baca: Ribuan Ikan Mati Mendadak, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah ...

Rumah Siti tak jauh dari intake PDAM, sehingga dirinya tahu betul kondisi Sungai Segah sekarang. "Sekarang nggak berani minum air PDAM, air galon isi ulang yang direbus lagi baru diminum. Air galon itu kan sumbernya juga dari PDAM," ungkap ibu dua anak ini.

Sejak dua hari lalu, Siti mulai membeli air mineral, sekadar menyeduh susu formula untuk putranya yang baru berusia 1 tahun.

Kekhawatiran juga dirasakan Mustofa, warga Teluk Bayur. Dia mengaku takut mengonsumsi air PDAM setelah melihat ribuan bangkai ikan di Sungai Segah.

"Namanya bangkai di air pasti cepat busuk, masa mau diminum airnya," katanya. Kekhawatiran warga cukup mendasar, pasalnya hingga kini, pemerintah belum menyimpulkan penyebab kematian ribuan ikan tersebut.

Warga khawatir, air Sungai Segah yang menjadi bahan baku PDAM mengandung bakteri atau zat kimia berbahaya.

Menyikapi fenomena tersebut, beberapa instansi seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Perkebunan, Dinas Pertambangan dan PDAM Tirta Segah menggelar rapat secara tertutup di kantor DKP, Kamis (1/10/2015).

Baca: Ribuan Ikan Mas Mati Bikin PDAM Was-was

Sayangnya, sejumlah pejabat yang mengikuti rapat terkesan hati-hati menyampaikan hasil rapat. "Kami belum bisa memberikan informasi, karena menunggu hasil uji laboratorium Baristan di Balikpapan," kata Iswahyudi, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH Berau.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved