Kebakaran Hutan
BMKG Deteksi Ada 333 Titik Api Ancam Hutan Kaltim
"Hari ini (Kamis), Satelit Terra Aqua BMKG mendeteksi 333 titik panas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim," ungkap Sutrisno.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Satelit Terra Aqua Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 333 titik panas di wilayah Kaltim.
Kondisi ini bisa 'mengancam' lahan hutan di Kaltim. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Temindung Samarinda Sutrisno, Kamis (8/10/2015) mengatakan, titik-titik panas yang terpantau satelit tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Kaltim.
"Hari ini (Kamis), Satelit Terra Aqua BMKG mendeteksi 333 titik panas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim," ungkap Sutrisno.
Titik panas terbanyak, 122 titik terdeteksi di wilayah Kukar, kemudian Kutim terdeteksi 81, dan masing-masing 34 terpantau di Berau dan Penajam Paser Utara.
Sebanyak 31 titik panas terpantau di Paser, 20 di Kutai Barat, empat di Bontang, masing-masing dua titik panas di Balikpapan dan Mahakam Ulu.
Baca: Tinjau Kebakaran Hutan, Jokowi Tempuh Jalur Darat Menuju Riau
"Jadi, titik panas yang terdeteksi hari ini (Kamis) menyebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim, termasuk di Kota Samarinda terpantau tiga titik panas, dua di wilayah Kecamatan Samarinda Utara dan satu di Sambutan," kata Sutrisno.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan ada penambahan titik api di Kalimantan Timur. Direktorat Tindak Pidana Tertentu yang menangani kasus kebakaran dan hutan menyatakan dipastikan, akan menyelidiki penambahan titik api tersebut.
"Ya kita lidik, kita sidik. Ada dugaan kelalaian kita sidik. Ada dugaan kesengajaan, kita sidik," kata Dir Tipidter Bareskrim Brigjen Yazid Fanani.
Yazid menuturkan, Polda tengah menelusuri sumber api dan telah menemukan petunjuk terkait adanya dugaan tindak pidana. Temuan itu selanjutnya akan diputuskan apakah tetap ditangani di Polda atau dilimpahkan ke Bareskrim.
Selain itu, Yazid juga meminta masyarakat melapor polisi jika mengetahu penyebab bertambahnya titik api tersebut. Yazid menegaskan, polisi akan menggunakan dua cara dalam menelusuri kasus kebakaran hutan dan lahan.
Baca: BEM Geruduk Pemprov, Anggap Gubernur Lamban Tangani Kabut Asap
"Kalau harus kita sidik, harus ada laporannya. Tapi bisa juga kita yang menemukan langsung. Kita pakai kedua cara ini," tandasnya.
Menanggapi temuan BNPB terkait titik api di wilayah Kaltim yang terus meningkat, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safarudin melalui Kabid Humas Kombes Pol Fajar Setiawan mengatakan kebakaran di wilayah Kaltim menjadi perhatian khusus. Tim sudah bergerak melakukan penyelidikan termasuk jumlah hotspot yang beberapa hari terakhir terus bertambah.
"Masih dalam penyelidikan oleh polres di daerah yang diindikasi terjadi kebakaran," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kabut-asap-di-balikpapan1_20151009_114519.jpg)