Ini Cara-cara yang Dilakukan Duta Wisata untuk Promosikan Daerahnya
Sederet agenda dalam rangka upaya promosi sudah dilakukan, seperti pemilihan putri pariwisata pada bulan Agustus lalu.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara (Kaltara) adalah provinsi termuda di Indonesia yang menyiapkan pondasi arah pembangunan, di mana salah satu fokusnya adalah sektor pariwisata. Nah, peran seorang duta wisata sangatlah penting bagi upaya promosi destinasi wisata baik bagi masyarakat dalam negeri terlebih ke dunia internasional.
Ya, begitu banyak cara yang dilakukan Pemprov Kaltara untuk mempromosikan pariwisata di provinsi paling bungsu se-Indonesia tersebut. Sederet agenda dalam rangka upaya promosi sudah dilakukan, seperti pemilihan putri pariwisata pada bulan Agustus lalu, pembentukan kelompok sadar wisata di Oktober ini, terakhir pemilihan duta wisata provinsi Kaltara tahun 2015.
Kali ini kita akan membahas tentang pemilihan duta wisata Provinsi Kaltara tahun 2015. Bertempat di lapangan Tenis Indoor Jl, Gelatik Tanjung Selor, Sabtu (25/10/2015) tepat pukul 23.00 Wita, diumumkanlah pemenang duta wisata Kaltara tahun 2015. Pilihan dewan juri yang beranggotakan 5 orang jatuh kepada pasangan Tommie Migo dan Suci Devica Amanah.
Keduanya tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Hadirin tamu undangan serta masyarakat Tanjung Selor yang menyaksikan malam grand final pemilihan duta wisata Kaltara juga bersorak riuh. Mengalahkan riuhan mereka sendiri saat artis ibukota Cakra Khan hadir melantunkan di panggung saat melantunkan sedikitnya 5 tembang lagu.
Baca: Duta Wisata Ini Kabur Saat Ditanya Visi Misi Kota Tarakan
Ya, duta wisata merupakan perpanjangan tengan pemerintah untuk mempromosikan potensi-potensi wisata di Kaltara. Mungkin masyarakat Kaltara sudah banyak yang tahu objek-objek wisata di daerah ini, namun bagimana dengan masyarakat nasional atau bahkan dunia, serta bagaimana cara mengundang mereka datang ke Kaltara?
Beban berat memang berada di pundak Tommie dan Suci Devica. Mereka harus mengetahui sejumlah destinasi-destinasi wisata yang memiliki prospek menjanjikan kemudian mempromosikannya untuk mendongkrak kedatangan wisatawan domestik maupun turis dari luar negeri.
Salah satu yang akan dilakukan Suci Devica adalah melakukan promosi pariwisata melalui sosial media. Ia menyadari interaksi di sosial media adalah hal yang sangat digandrungi masyarakat saat ini. Akses informasi pun tak mengenal ruang dan waktu.
“Promosi pariwisatanya harus lebih banyak. Saya akan lakukan dengan cara saya, salah satunya promosi lewat media sosial. Pengguna media sosial cukup besar apalagi kalangan anak muda. Nah, dari situ kami coba beri informasi soal pariwisata di Kaltara,” sebut dara kelahiran 12 Februari 1996 itu saat diwawancarai Tribunkaltim.co.
“Selain itu, tentu akan bekerjasama dengan pemerintah untuk menjalankan program-program yang telah disusun khususnya dalam hal promosi,” tambah mahasiswi semester V Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan tersebut.
Baca: Beberapa Peserta Duta Wisata Ini Bingung Jawab Pertanyaan Juri ...
Wanita yang juga memfavoritkan objek wisata Pantai Amal Tarakan itu mengakui, napas pariwisata Kaltara haruslah dijatuhkan pada wisata bahari. Hal itu akan sesuai dengan program Presiden Jokowi yang menginginkan wisata bahari sekaligus poros maritim dunia. “Artinya, di pantai kita tidak saja bisa menikmati indahnya, tetapi juga bisa sekaligus mengembangkan sektor kelautannya,” tuturnya.
Pasangannya, Tommie pun punya fokus merubah pola pikir (mindset) anak-anak muda masa kini. Banyaknya pengaruh budaya barat yang masuk, perlahan mulai mendegradasi pengenalan anak muda terhadap budaya lokal daerah.
“Ini harus diubah, mereka harus kembali mencintai budayanya sendiri. Apalagi MEA akan segera diluncurkan. Mereka akan melihat Indonesia itu seperti apa. Jika tidak mencintai budaya lokal, tentu akan hilang,” tuturnya.
Satu hal lain yang akan dilakukan Tommie adalah meniru gaya Presiden Joko Widodo. Ya, blusukan. Tommie berjanji siap blusukan ke daerah-daerah pedalaman untuk mengenal lebih dalam destinasi-destinasi wisata yang ada.