Salam Tribun

Si Penunggu Hujan

Para tetua atau orang bijak sering menasihatkan kata-kata bijak, “Sedia payung sebelum hujan”.

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS
Shalat Istisqa yang dilakukan Sekolah Alam Balikpapan untuk mengharap hujan, Kamis (22/10/2015)lalu, di halaman Sekolah Alam Jalan Syarifudin Yoes, sebelah Mapolda Balikpapan, Kalimantan Timur. 

tribunkaltim.co - RAHMAT, seorang sopir taksi di Ibu Kota mencurahkan isi hatinya mengenai nasib kesulitan mencari penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Sambil melaju menjauhi bandara, ia bercerita, sejak pagi hingga pukul 16.30 WIB, baru sekali mengantarkan penumpang.

“Penumpang susah. Kata orang Bandara, biasanya pagi sampai sore, ada 70-an penerbangan, sekarang hanya 60-an, itu pun tidak banyak penumpang. Kata orang Bandara, akibat kabut asap di Sumatera dan Kalimantan, penerbangan jadi jarang,” ujar Rahmat.

Cerita kemudian ngalor-ngidul mengenai situasi saat ini, termasuk mengenai musim kemarau dan upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta. Lazimnya, saat kemarau panjang yang merupakan gejala El Nino, kebanyakan orang dan pejabat sibuk memikirkan hal-hal terkait kemarau saja. Menghabiskan waktu mengatasi dampak kemarau. Namun tidak banyak orang yang berpikir jauh ke depan, saat kemarau berlalu dihapus musim hujan.

Dia mengaku salut atas upaya antisipatif Pemda DKI Jakarta terkait musim hujan. “Walaupun masih kemarau, Pemda sepertinya memikirkan kalau hujan datang. Jakarta kan langganan banjir tuh, nah sekarang, Ahok sudah kerukin sungai-sungai. Menurut saya, betul itu. Justru saat kemarau berpikir mengeruk sungai, kalau hujan kan pasti banjir, jadi sulit,” kata Rahmat.

LIHAT JUGA:  VIDEO- Ngerinya, Hujan Es dan Petir Melanda Italia dan Inggeris

Rahmat memang seorang sopir taksi, ya hanya seorang sopir. Seorang bagian dari rakyat jelata, orang kebanyakan. Dia bukan politisi, bukan pula pejabat tinggi negara yang mendapat fasilitas serba wah yang dijamin anggaran negara dari APBN maupun APBN.

Ia tidak pernah ikut prajabatan, penataran, seminar, workshop, forum group discussion berhari-hari. Ia tidak pernah ikut Sespim, Sespati, Lemhannas, dan pelatihan kepemimpinan maupun akademis, namun pisau analisisnya cukup tajam. Sorot kamera mata, dan rekaman akal budinya cukup terang-benderang menangkap fenomena di tengah masyarakat.
Gambaran yang disuarakan Rahmat layak kita tangkap sebagai kritik membangun. Mengingatkan. Penyadar yang bisa sebagai alat peringatan dini, early warning system.

Betapa tidak? Betul, persoalan kabut-asap memang masih menjadi persoalan serius bagi sebagain besar warga di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Situasi genting, darurat, berikut dampak ikutannya telah berkali-kali diulas media. Menaruh perhatian terhadap tindakan antisipatif dan preemtif –melihat dan mencari solusi berdasarkan akar masalah, menjadi hal substansial.

Berpikir jauh ke depan. Saat kemarau, sungai-sungai yang mengalamai sedimentasi dan mendangkal, akan mudah dibereskan. Tumpukan bahan-bahan material tanah, pasir dan bebatuan, bahkan sampah limbah rumah tangga maupun pabrikasi akan tampak di permukaan.

BACA JUGA: Daerah Ini Kemungkinan Diselimuti Kabut Asap Hingga Akhir November

Para tetua atau orang bijak sering menasihatkan kata-kata bijak, “Sedia payung sebelum hujan”. Dan saat kemaraulah, semestinya sungai dibersihkan, dikeruk dan dipastikan lancar. Untuk langkah antisipatif itu, ucapan salut layak dialamatkan kepada pemerintahan Ahok. Masalah apakah nanti saat hujan masih terjadi banjir, itu urusan lain.

Bagaimana dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintahan Kota Samarinda, Pemkab Bulungan yang kotanya kerap diterjang banjir? Apakah kita harus menunggu musim hujan mengguyur, lalu banjir melanda di mana-mana, meluluhlantahkan harta-benda, bahkan menelan korban jiwa, kemudian mengeluhkan masalah banjir? Semoga tidak betul rumor yang sering muncul, adalah sebagian kalangan berkehendak buruk, justru menunggu musibah(banjir) datang supaya dana ‘proyek’ mengucur, dan bantuan karitas mengalir. (Domu D. Ambarita)


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved