Senin, 13 April 2026

Liga Inggris

Ulasan Taktik Chelsea vs Liverpool, Siapakah Pemenangnya?

Data menunjukkan bahwa jarak tempuh pemain Chelsea hampir meliputi seluruh sektor lapangan selama ketika mereka menjuarai Liga Premier musim lalu.

Getty Images/skysport
Juergen Klopp dan Jose Mourinho 

TRIBUNKALTIM.CO - Berada pada posisi 15 klasemen sementara. Kondisi Chelsea sangat jauh dibanding pada musim lalu hingga menjuarai Liga Premier edisi 2014/2015. Kabar terbaru, nasib manajer Chelsea Jose Mourinho juga berada diujung tanduk.

Menjelang laga pekan ke-11 Sabtu (31/10/2015) melawan Liverpool, analis taktik Adrian Clarke mencermati lebih dekat mengapa mereka begitu kesulitan dan terpuruk musim ini.

Skuad Jose Mourinho tampak sama kuatnya seperti musim lalu dan ia juga menggunakan formasi dan taktik yang sama pula. Jadi mengapa penampilan Chelsea begitu buruk di musim ini? Inilah analisisnya dilansir premierleague.com

Secara mendasar, para pemain mereka tidak berlari dengan intensitas yang sama seperti musim lalu.

Data menunjukkan bahwa jarak tempuh pemain Chelsea hampir meliputi seluruh sektor lapangan selama ketika mereka menjuarai Liga Premier musim lalu.

Namun hanya dengan secara kasat mata saja, kita dapat melihat tingkat energi mereka tidak sama, dan catatan statistik pun mendukung hal tersebut. (baca juga: Jose Mourinho Heran Banyak Orang Suka Pemecatan Dirinya )

Selama 10 pertandingan pertama, hanya pada satu pertandingan saja di mana sang juara bertahan telah melebihi rata-rata jumlah sprint mereka di musim lalu. Mereka hanya melebihi rekor 500 sprint pada satu kesempatan saja.

Sangat tidak adil untuk membandingkan angka-angka tersebut dengan catatan Liverpool asuhan Jurgen Klopp, yang telah mencatatkan sebanyak 614 sprint yang mengesankan saat berlaga di White Hart Lane.

Karena Chelsea tidak memiliki gaya permainan menekan yang sama seperti halnya The Reds.

Namun kita juga tidak bisa mengatakan bahwa The Blues tidak menekan lawan dengan intensitas, antusiasme, atau kedisiplinan dan kolektifitas yang sama seperti yang mereka lakukan di musim 2014/15.

Mengupayakan hal tersebut tidak terlalu sulit bila mereka sedang tidak menguasai bola, namun saat dalam penguasaan mereka lebih banyak menyebabkan pelanggaran dan terbuangnya peluang, kemudian yang paling penting dari semuanya adalah, kurang mencetak gol.

Dalam hal penguasaan bola, perpaduan dan kualitas permainan Chelsea juga telah menurun. Saat bermain di Boleyn Ground akhir pekan lalu, passing dan pergerakan Chelsea tampak kurang tajam, dan hal tersebut bukanlah hal yang asing lagi bagi mereka musim ini.

Dengan kurangnya pergerakan serang yang dinamis, baik dengan ataupun tanpa penguasaan bola, The Blues tampak kesulitan untuk membuka pertahanan lawan yang terorganisir dengan baik. Jika salah satu pemain mereka yang menguasai bola tidak memiliki pilihan atau memenangkan duel dengan defender lawan, pola serangan jadi melambat, dan itulah yang kita saksikan sejauh ini.

Hal terkecil pun bisa berdampak besar pada level sepakbola paling tinggi. Hanya membutuhkan sedikit saja upaya fokus atau skema yang tepat untuk memicu berjalannya efek tersebut. Demi menghidupkan kembali performa permainan mereka, para pemain Chelsea harus kembali menunjukkan keinginan yang besar untuk berusaha semaksimal mungkin.

Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved