Minggu, 12 April 2026

Di Munas Hidayatullah JK Bilang, Umat Islam Masih Kekurangan Toko

Musyawarah Nasional (Munas) IV Hidayatullah resmi dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Sabtu (7/11/2015), di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah.

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Gubernur Awang Faroek Ishak dan pimpinan Hidayatullah memukul beduk menandai pembukaan Munas V Hidayatullah. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Ahmad Sidik dan Fransina Luhukay

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Musyawarah Nasional (Munas) IV Hidayatullah resmi dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Sabtu (7/11/2015), di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan.

Pada kesempatan ini JK mengingatkan jajaran Hidayatullah akan pentingnya keseimbangan dunia terutama perekonomian dengan akhirat.

"Dalam mengelola organisasi, Hidayatullah haruslah selalu berpegang pada keseimbangan. Bila bicara umat Islam di Indonesia, kita tidak kekurangan masjid, pesantren, maupun sekolah. Namun kita masih kekurangan toko, industri, kebun, tambang dan semacamnya. Umat Islam masih kurang memilikinya. Walaupun tambangnya ada di Kaltim, misalnya, mereka (pemilik tambang) hanya membayar pajak dan bukan zakat. Maka harus ada keseimbangan. Ini harus diterjemahkan dalam program-program Hidayatullah, selama munas berlangsung. Bila ada keseimbangan maka timbul keadilan, keamanan, kesejahteraan dan kekuatan," kata JK saat membuka Munas IV Hidayatullah yang ditandai penabuhan bedug.

Wapres JK berkunjung ke Balikpapan didampingi Hj Mufidah Jusuf Kalla. Turut hadir dalam pembukaan ejang lima tahunan ini Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Wakil Gubernur Mukmin Faisyal, Kapolda Irjen Pol Safaruddin, Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Pimpinan Umum Hidayatullah DR Abdul Manan, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, serta sejumlah pejabat lainnya dan ribuan peserta munas.

Diakui JK, banyak organisasi besar Islam yang tumbuh di berbagai daerah. Namun pertumbuhan Hidayatullah jauh lebih cepat. Dalam kurun waktu 20 tahun telah berkembang secara nasional dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dakwah Islamiah di Indonesia.

Baca: Demi Kemakmuran Bangsa, Jusuf Kalla Janjikan Legalitas ...

"Diharapkan dalam Munas IV ini dilakukan dievaluasi dan menghasilkan program-program yang sesuai kebutuhan umat dan bangsa," ujar JK.

Karena itulah maka apa yang kita lakukan harus seimbang dunia dan akhirat. Karena itulah ajaran agama kita. Keseimbangan dunia dan akhirat adalah tuntunan agama kita," tuturnya.

"Jadi karena itulah saya bersyukur Hidayatullah selain memberikan pengajaran agama, dakwah, juga bagaimana mendorong umat ini bekerja di dunia sebaik-baiknya, sehingga ada keseimbangan dunia dan akhirat. Dan, akhirat baru dapat kita gapai kalau dunia telah dicapai. Jadi tidak akhirat saja yang hasanah," papar Wapres JK.

Lebih lanjut JK juga mengingatkan, munculnya radikalisme seperti Al Qaida, ISIS dan lainnya disebabkan negara-negara tersebut rusak perekonomiannya dan rusak pemerintahannya.

"Akibatnya timbul pemikiran-pemikiran radikal yang saling membunuh dan bahkan diserang dari luar. Makanya banyak umat yang berhijrah ke negara-negara lain yang bukan Islam," tambahnya.

Untuk itu, lanjut JK, pemerintah dan rakyat Indonesia harus bersatu kuat sehingga tidak ada kekuatan dari luar yang menghancurkan negeri ini. Namun sebaliknya, jangan juga dari dalam sendiri menghancurkan negeri ini.

"Kita arus membangun ekonomi, membangun pemerintahan, membangun disiplin, dan membangun keagamaan secara bersama-sama," ajaknya.

Baca: Gubernur Minta Nama Masjid Ponpes Hidayatullah Diganti

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved