Selasa, 7 April 2026

Serangan Teror di Paris

Sikapi Terorisme, PBNU Ajak Seluruh Elemen Tingkatkan Komunikasi Lintas Agama

Said Aqil mengatakan, apapun motifnya, serangan bersenjata dan peledakan bom di Paris tidak dapat dibenarkan.

Logo Nahdlatul Ulama 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi terorisme di Paris, Perancis, Jumat (13/11/2015) malam yang menewaskan ratusan orang mendapat kecaman dari berbagai pihak, tak terkecuali organisasi Islam di Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menyatakan aksi teror dalam bentuk apapun merupakan perbuatan yang keji dan tidak boleh diaitkan dengan agama.

"Sebagai bagian dari elemen masyarakat beragama, PBNU menegaskan, tidak ada agama yang mengajarkan terorisme. Dengan kata lain, terorisme tidak memiliki landasan agama," kata Said Aqil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/11/2015).

Said Aqil mengatakan, apapun motifnya, serangan bersenjata dan peledakan bom di Paris tidak dapat dibenarkan.

Tindakan menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja sama artinya dengan menghancurkan bangunan kemanusiaan itu sendiri.

BACA JUGA BERITA TERKAIT:

VIDEO - 140 Orang Tewas dalam Tiga Serangan Teror di Paris 

BREAKING NEWS- Bom Meledak di Luar Stadion saat Laga Timnas Perancis vs Jerman

Saksi Mata Ungkapkan Teroris Kecam Perlakuan Presiden Perancis terhadap Muslim

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj. (KOMPAS.com/Indra Akuntono)

PBNU meminta kepada pemerintah dan segenap elemen bangsa untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

"PBNU juga mengajak seluruh elemen umat beragama untuk meningkatkan komunikasi lintas agama. Kehadiran dan saling sapa antar-tokoh-tokoh agama akan menjadi benteng terkuat melawan segala bentuk ancaman adu domba, sekaligus perekat pondasi bagi persatuan dan kesatuan bangsa ini," ucap Said Aqil.

Khusus kepada aparat pemangku bidang pertahanan dan keamanan nasional, PBNU juga menyerukan agar terus meningkatkan kesiap-siagaan menghadapi bahaya laten terorisme.

Apapun bentuk-bentuk gangguan yang berpotensi menodai kedaulatan NKRI harus diantisipasi sedini mungkin.

Seperti diberitakan, serangkaian serangan bom dan penembakan mengguncang ibu kota Perancis, Paris, pada Jumat malam.

Serangan di enam titik itu menewaskan setidaknya 129 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim


Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved