Atas Nama Ritual Bersih Dosa, Dua Preman Ini Nodai Pengunjung Pantai Manggar
Setelah itu keduanya dipisahkan. Aban bersama Bunga dan Miki bersama Jomo.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pantai Manggar Balikpapan, dianggap banyak orang menjadi tempat asyik buat pacaran.
Namun tidak begitu bagi pasangan Jomo dan Bunga. Mereka menjadi sasaran kekerasan oleh Aban dan Miki.
Awalnya Jomo dan bunga duduk di pinggir Jalan Baru, Manggar Balikpapan Timur, Jumat (13/11/2015) malam. Sambil menikmati indahnya suasana pinggir pantai, mereka asyik berbincang dan saling pegang.
Saat asyik bersua, pasangan ini didatangi oleh dua laki laki. Mereka menyergap pasangan yang sedang asyik memadu kasih.
"Kami sedang duduk, berbincang dan berpelukan, paling lima menit. Kemudian dua laki laki itu datang dari semak-semak," ujar Jomo saat ditemui di kawasan Balikpapan Timur, Jumat (20/11/2015).
Kedua lelaki yang menyergap yaitu Aban dan Miki. Mereka mengaku orang yang menjaga pantai dari perbuatan maksiat kaum muda di kawasan Pantai Manggar.
(Baca juga: Semua yang Dibawa Pria Ini Palsu, Emas Batangan hingga Uang Asing)
Untuk menghilangkan dosa yang diperbuat Jomo dan Bunga, Aban dan Miki menyuruh mereka melakukan sebuah ritual pembersihan dosa.
"Katanya (Aban dan Miki) kalau tidak ikuti ritualnya kami akan terkena sial. Karena banyak yang tertangkap dan melakukan ritual seperti yang dimintanya," tutur Jomo.
Tahap pertama ritual, Jomo dan Bunga diminta untuk memasuki hutan di sekitar kawasan pantai Manggar. Setelah mengelilingi kawasan hutan keduanya diminta untuk telanjang dada.
“Awal ritual pembersihan, kami (Jomo dan Bunga) diminta untuk keliling hutan, katanya untuk buang sial. Jadi kami ikuti masuk kebun. Setelah selesai keluar, kami diminta lepas baju,” ujar Jomo menambahkan.
Tahap kedua, keduanya diminta untuk melakukan hubungan suami istri. Bunga diminta berbaring dalam keadaan tanpa busana, kemudian diikuti Jomo. Karena diancam badik, akhirnya Jomo terpaksa melakukannya.
Setelah itu keduanya dipisahkan. Aban bersama Bunga dan Miki bersama Jomo.
Aban mengatakan hal ini merupakan ritual agar keluarga di rumah tidak ikut terkena dampak dari dosa mereka berdua.
“Kamu tak mau kan keluarga di rumah kecipratan dosa, sudah ikuti saja ritualnya,” tutur Jomo menirukan ucapan Naban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pelecehan-seksual_20151012_094857.jpg)