Selasa, 28 April 2026

Seluruh Bandara di Indonesia Berstatus Waspada

Status keamanan bandar udara (bandara) diseluruh Indonesia dinaikan menjadi waspada.

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi. Seorang penumpang duduk di kursi rodanya sembari menunggu kejelasan nasib keberangkatan pesawat tujuan Surabaya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kamis (16/7/2015) lalu. 

tribunkaltim.co JAKARTA - Status keamanan bandar udara (bandara) diseluruh Indonesia dinaikan menjadi waspada. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo, peningkatkan status keamanannya itu menyusul terjadinya ancaman teror terhadap maskapai penerbangan dibeberapa negara.

"Peningkatan keamanan dari situasi hijau menjadi kuning sudah ada SOP-nya bagaimana pemeriksaan," ujar Suprasetyo saat dihubungi wartawan, Jakarta, Senin (23/11/2015).

BACA JUGA BERITA LAINNYA:

Pelaku Teror dan Penembakan Paris Tercatat 6 Orang

Dirjen Perhubungan Tingkatkan Status Waspada, Pengecekan Acak Naik 50 Persen

Empat Teroris Ditembak Mati di Bandara Sepinggan


(TRIBUN KALTIM/FAHMI RACHMAN) - SIMULASI:  Personel antiteror Gegana melumpuhkan teroris di bandara internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kamis (29/1/2015).

BACA JUGA: Gara-gara Kabut Asap, Bandara Ditutup dan Rugi Rp 10 Miliar

Setiap bandara sudah punya cara menjaga keamanan dalam dalam situasi normal, waspada maupun darurat. Detail keamanan itu menurut dia sudah ada di program keamanan bandar udara. "Saya instruksi kepala otoritas bandara udara, sudah jam 01.00 WIB tadi saya rapatkan pemilik regulated agent," kata dia.

Sebelumya, maskapai penerbangan Singapore Airlines dan Turki Airlines mendapatkan ancaman bom, pada Minggu, 22 November 2015. Pesawat Singapore Airlines dengan penerbangan SQ0001 mendapatkan ancaman bom saat sedang melakukan perjalanan dari San Fransisko menuju Singapura, Minggu (22/11/2015).

BACA JUGA BERITA TERKAIT TERORISME:

Waspada, ISIS Masuk ke Kalimantan, Satu Warga Telah Gabung ke Irak

Inilah 8 Tips Mencari Aman Jika Teroris Menyerang Tempat Anda Berada

Setelah Paris, Target Berikut ISIS Adalah Kota New York

Saat mendarat di Singapura, petugas keamanan segera melakukan inspeksi. Akan tetapi, dalam pemeriksaan yang dilakukan, petugas tidak menemukan benda maupun penumpang yang mencurigakan. Dalam penjelasannya, polisi tidak menyebutkan bagaimana ancaman dan di mana. Sementara mengutip berita dari media setempat, pesawat Singapore Airlines mendarat pada siang hari.

Para penumpang baru diizinkan meninggalkan pesawat setelah 1,5 jam pesawat tersebut mendarat. Selain itu, para penumpang juga tidak diizinkan membawa bagasinya menyusul pemeriksaan lebih lanjut. Seorang penumpang menyebutkan pesawat diparkir di tempat yang agak jauh sebelum para penumpang dibawa ke terminal kedatangan. Sebelumnya, pesawat Turkish Airlines yang terbang dari New York ke Istanbul mendarat darurat di Kanada pada hari ini karena ancaman bom. Akan tetapi polisi tidak menemukan barang-barang yang berbahaya.

Penerbangan dengan kode SQ001 dilaporkan telah mendarat selamat kendati penumpang harus menunggu mengambil bagasi di Bandara Changi. Pihak maskapai menyampaikan kalau ancaman itu sudah dilaporkan kepada otoritas keamanan.
Seorang penumpang bermarga Hoe menyampaikan kepada surat kabar lokal Today, bahwa mereka ditahan di landasan selama sekitar 20 menit sebelum lokasi tujuan gerbang bandara diubah. "Kami kemudian diparkir di beberapa daerah terpencil dekat bandara, dan tidak ada informasi lebih lanjut diberikan, selain menunggu instruksi kontrol lalu lintas udara," kata Hoe.

Namun demikian, seluruh penumpang tetap tenang. "Saya rasa pilot dapat mengendalikan suasana dengan baik. Tidak ada satu orangpun yang panik di kabin pesawat. Padahal kami semua tidak tahu apa-apa. Semua orang mengira ini adalah delay yang normal saja sampai kemudian diumumkan sekitar pukul 1. 10. Semua orang masih tenang," kata penumpang yang menolak memberikan nama lengkapnya ini.

Menurutnya, seluruh staf airport sangat membantu para penumpang dengan menyediakan air minum dan snack. Sebelumnya pesawat Turkish Airlines dengan tujuan Turki dari New York, Amerika, dialihkan ke Halifax, Kanada, setelah diancam dibom. Kepolisian Kanada, Minggu (22/11) mengungkapkan, pesawat tersebut mendarat dengan selamat dan polisi menggeledahnya dengan anjing pelacak untuk mengendus bahan peledak.

"Penyelidikan tentang ancaman bom sedang dalam tahap awal," kata kepolisian setempat sambil menambahkan bahwa ancaman tersebut diterima pada pukul 10.50 Sabtu sore (21/11). (kompas.com/suara/Xinhua/ChannelNewsAsia)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim



Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved