Selasa, 19 Mei 2026

Destinasi

Dari Pengobatan, Refresing, Rekreasi Semua Ada di Taman Tiga Generasi

Taman yang mulai dibangun sejak tahun 2013 lalu ini, dinikmati oleh masyarakat sebagai salah satu tempat hiburan dan sebagai pemenuhan kebutuhan

Tayang:
Editor: Martinus Wikan
TribunKaltim/M Alidona
kandang burung merpati sebagai salah satu ikon dari taman tiga generasi 

Laporan Wartawan TribunKaltim Muhammad Alidona

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hamparan tanaman hijau dan bunga tertata rapi diatas rerumputan hijau. Beberapa pohon besar menutupi terik matahari, ditambah bangku tersusun secara rapi, ya itulah Taman Tiga Generasi

Taman tiga generasi ini berada di Jalan Ruhui Rahayu I, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Keteduhan dan suasana asri taman ini menarik para pengunjung untuk sekedar melepas penat, bersantai sejenak dari rutinitas kota yang padat.

Taman yang mulai dibangun sejak tahun 2013 lalu ini, dinikmati oleh masyarakat sebagai salah satu tempat hiburan dan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat kota Balikpapan akan ruang terbuka hijau.

“ Taman Tiga Generasi ”, taman sekaligus ruang terbuka yang menawarkan fasilitas yang dibagi menjadi tiga zona berbeda ini, seolah menjadi bukti bahwa kota Balikpapan yang memiliki slogan Beriman (Bersih, Indah, Aman dan Nyaman ) benar benar nyaman dan patut dicintai oleh warganya.


Lokasi keluarga untuk menikmati akhir pekan di taman tiga generasi (TribunKaltim/M Alidona)
Taman ini diberi nama taman tiga generasi karena terbagi tiga zona yakni zona A untuk pengunjung lanjut usia, zona B yang dikhususkan area bermain anak dan zona c untuk keluarga. Luas lahan Taman Tiga Generasi seluruhnya mencapai 1,5 hektare yang dibagi untuk setiap zona  sebanyak setengah hektar.

Untuk datang ke taman tiga generasi ini juga tidak jauh dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Waktu yang ditempuh hanya sekitar 5-10 menit dari Bandara sepinggan atau sekitar 20 – 30 menit dari pusat kota Balikpapan.

Semakin sore, suasana taman jadi semakin ramai. Para pengunjung baik tua, muda dan anak anak semakin memadati taman ini.

Baca juga berita lainnya:

Menikmati Deburan Ombak dan Semilir Angin Di Pantai Slili, Gunungkidul

Kemana Anda Pergi di Akhir Pekan? 4 Tempat Ini Layak jadi Referensi

Wow, Indahnya Hamparan Kebun Bunga Lili, Mirip Taman di Luar Negeri

Ada yang datang untuk sekedar bersantai bersama keluarga dengan duduk – duduk di kursi taman yang terletak di beberapa sudut taman, duduk – duduk di tepi kolam ikan, olah raga kecil dengan ber-jogging di lintasan jogging track atau berjalan di atas batu terapi.

Memasuki taman hijau yang terletak di jalan Ruhui Rahayu Kota Balikpapan ini, pengunjung akan disabut dengan lampion yang membentuk ikan koi yang diapit dua lampion lainnya berbentuk sarang lebah dan bertuliskan “Kota Balikpapan” yang tergantung di gerbang taman.

Tak jauh dari gerbang, dua lampion dengan bentuk beruang madu, satwa khas kota Balikpapan, tampak mencolok seolah menyambut para pengunjung untuk menikmati keindahan taman. “Selamat datang,” begitu kira kira pesan yang disampaikan.

Memasuki semakin ke dalam, maka akan terlihat sebuah kolam ikan besar dengan pancuran menyerupai air terjun disebuah tebing sebagai center piece dari zona A ini.

Tampak pula jalur refleksi yang terbuat dari bebatuan yang ditata sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk terapi kaki terutama bagi para lansia. Yah benar, zona A ini memang diperuntukkan bagi para lanjut usia.

Tapi, tunggu dulu. Ternyata zona A ini bukan hanya dinikmati oleh para lansia, namun anak anak juga sangat menikmatinya. Bagaimana tidak, banyak pedagang pedagang yang menawarkan berbagai permainan seperti sepeda, becak mini dan otoped  yang siap disewa para putra dan putri kecil yang singgah di taman.

Sehingga yang terlihat bukan hanya lansia saja yang terlihat mondar mandir di lintasan batu terapi, anak anak cuga tampak ceria memainkan sepeda, otoped atau becak mini yang mereka sewa untuk berkeliling taman.

Selagi anak anak bermain, para orang tua yang mengantar dapat bersantai dengan duduk duduk di tepi kolam dan di kursi taman sambil mengawasi putra putri mereka.


Bersama keluarga bersantai di Taman Tiga Generasi di Jl Ruhui Rahayu Balikpapan Selatan (TribunKaltim/M Alidona)

Mereka pun tidak khawatir akan bosan, karena beberapa kuliner makanan kecil yang siap dinikmati, berjajar di sepanjang taman. Aneka jajanan tersedia mulai dari siomay, batagor, molen, onde – onde, bakso, burger, rujak serut, opak,ice cream, aneka es dan juice, serta aneka makanan kecil lainnya.

Diujung zona ini terdapat pula rumah merpati yang dihuni ratusan burung merpati . Burung merpati tersebut, ditempatkan dalam deretan rumah – rumah burung yang tertata sedemikian rupa sehingga burung – burung dapat nyaman tinggal di dalamnya.

Berjalan menuju ke zona tengah atau zona B, dapat ditemui hamparan tanah lapang hijau yang dipenuhi rumput dan beberapa pohon yang tertanam rapi di tepi zona. Zona ini sebenarnya diperuntukkan sebagai zona bermain anak – anak. Namun sayangnya, zona ini masih tampak kosong. Hanya tampak ada bangunan baru bercat hijau yang merupakan area yang menyediakan fasilitas kamar mandi dan mushola di tepi zona B.

Tiba pada zona C atau zona keluarga, suasana sejuk lebih terasa. Rerumputan hijau terbentang diatara pohon pohon rindang yang menjulang membuat teduh zona ini. Bunga berwarna warni turut menghiasi dan memberikan kesan segar. Selain itu terdapat juga sebuah kolam kecil dengan berbentuk lingkaran.

Tampak pula empat gazebo kayu berukuran sedang dan kursi kursi taman di beberapa sudut yang diperuntukkan bagi para pengunjung untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga sambil menikmati sejuknya taman. Terlihat beberapa pasangan anak muda yang sedang asik mengobrol dan bersenda gurau duduk di kursi tersebut.

Namun perlu menjadi catatan tersendiri, ramainya para pedagang kaki lima yang kini mengisi sudut taman, baik di luar maupun di dalam mengubah taman ini seolah menjadi pasar dadakan yang selalu ramai pengunjung.

Aktifitas pedagang ini bak pisau bermata dua bagi taman Tiga Generasi. Bagaimana tidak, di lain sisi kehadiran pedagang kaki lima ini memberikan keuntungan bagi para pengunjung sehingga tidak perlu jauh – jauh mencari makanan kecil untuk memanjakan lidah atau bahkan hanya sekedar mengganjal perut yang kosong.

Namun, kehadiran pedagang kaki lima di taman ini, juga mengurangi ruang terbuka bagi pengunjung yang akan menikmati taman. Selain itu, kehadirannya juga membuat taman ini terkesan agak semrawut akan aktifitas pedagang.

Selain itu permasalahan lain yakni juru parkir dadakan yang menghiasi taman tersebut sehingga sebagian jalan digunakan sebagai lahan parkir yang pengelolaannya belum diketahui akan masuk kemana.

Salah satu pengunjung yang datang ke taman Tiga Generasi Muhammad Yunan (62) warga Gunung Bahagia datang bersama istri mengatakan memilih datang ke taman tiga generasi karena taman ini multi fungsi yakni pertama ajang silaturahmi, kedua hiburan dengan keindahan penataannya tamannya, ketiga tempat olahraga dengan adanya batu refleksi yang di sediakan secra gratis.

"penempatan batu refleksi ini salah tidak tepat guna ini kan digunakan hanya untuk mereka yang mau berterapi dengan tanpa alas kaki tapi kenyataannya banyak warga yang mengunakanya dengan mengunakan alas kaki, sepatu sandal dan sebagainya, sehingga karena penempatanya tidak tepat guna menjadi batu refleksi tersebut rusak,"katanya.

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved