Salam Tribun

Bukan Manusia Pinggiran

Tuhan menciptakan makhluk dengan sempurna meski kita sering belum bisa melihatnya demikian.

TRIBUN KALTIM
Trinilo Umardini 

SETIAP manusia ingin dilahirkan sempurna. Memiliki fisik tubuh yang lengkap, otak yang cerdas, jiwa yang sehat, syukur-syukur punya wajah dan bentuk tubuh yang rupawan.

Namun kuasa Tuhan di luar jangkauan pikiran kita.

Tuhan menciptakan makhluk dengan sempurna meski kita sering belum bisa melihatnya demikian. Manusia sering menganggap kenormalan atau kewajaran sesuai dengan pandangannya sendiri.

Sebagai contoh, kita kerap memandang orang yang tidak memiliki bentuk tubuh yang lengkap; mental yang lemah; adalah orang yang memiliki kekurangan.

Tanpa sadar kita menganggap mereka rendah, tidak berdaya, dan hanya dipandang sebelah mata. Lambat-laun kita pun meminggirkan mereka, memarjinalkan, dan menyisihkan mereka sebagai bukan bagian dari kita.

Ya, di realitas kehidupan, mereka yang memiliki keterbatasan fungsi fisik atau penyandang disabilitas seperti (harus) hidup di dunianya sendiri. Masyarakat sering enggan menerima. Bahkan, tak jarang orangtua yang memiliki anak tak lahir dengan tubuh lengkap merasa malu dan tidak mau merawatnya.

Baca: Tahun Depan Penyandang Disabilitas akan Dibantu Usaha ...

Seperti yang terjadi pada gadis ini. Ia ditinggalkan orangtua kandungnya di Thailand ketika baru berusia satu minggu karena terlahir tanpa kedua kaki. Untungnya, ada keluarga yang baik hati merawatnya. Pada usia lima tahun, ia diajak ke Portland, Oregon, di Amerika Serikat, dan tinggal bersama orangtua angkatnya.

Pada usia 15 tahun, gadis berkulit sawo matang ini menjadi seorang model. Bukan sembarang model, Kanya Sesser adalah model lingerie pertama yang tidak memiliki kaki. Dia telah melakukan ribuan pemotretan dengan berbagai pakaian dan baju surfing bermerek.


Beginilah atraksi yang dibawakan oleh Kanya Sesser ketika di atas skateboard. Dia menggunakan tanganya melakukan berbagai macam manuver yang indah dan menegangkan.

Kini ia memiliki penghasilan USD 1.000 per hari atau sekitar Rp 14 juta. Sejumlah netizen pun banyak yang terinspirasi setelah melihat foto serta kisahnya beredar di media sosial.

Tak hanya Kanya, masih banyak kemampuan penyandang disabilitas yang membuat kita berdecak kagum. Lance Benson, juga lahir tanpa kaki. Tapi ia menjadi atlet marathon di Amerika Serikat. Dengan bantuan skateboard untuk menopang pangkal pahanya, serta tangan untuk mengayuh papan skateboard di atas aspal keras, ia mampu melaju bersaing dengan orang-orang yang memiliki dua kaki!

Masih banyak kisah inspiratif yang dilahirkan dari orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik. Di penjuru Indonesia, banyak enterpreneur kecil yang sukses dengan usahanya.

Kebanyakan memang bergerak di sektor informal karena di sektor formal mereka masih sulit mendapatkan pekerjaan yang layak. Padahal, hak untuk mendapatkan pekerjaan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat. Undang-undang mengamanatkan kuota satu persen bagi penyandang disabilitas di perusahaan atau lembaga pemerintahan. Namun, hingga kini implementasinya masih jauh dari harapan.

Baca: Hukuman Pelaku Kriminalisasi Penyandang Disabilitas akan ...

Perlakuan diskriminatif juga berlaku untuk fasilitas umum. Di Indonesia, terutama di Kaltim dan Kaltara belum banyak fasilitas umum yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Bahkan hanya sedikit kantor-kantor pemerintahan yang mudah dilalui oleh mereka.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved