Kamis, 9 April 2026

Apa Saja Bisnis Donald Trump di Negara Muslim? Ini Daftarnya

Nyatanya, Donald Trump justru meraup jutaan dollar AS dari bisnis-bisnis di negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.

Editor: Amalia Husnul A
Reuters/Kevin Kolczynsk
Donald Trump berbicara di Pertemuan Partai Republik di Orlando, Florida, 13 Novemebr 2015 

tribunkaltim.co - Seruan  Calon Presiden AS Donald Trump yang melarang orang-orang Islam masuk ke Amerika Serikat (AS) membuat gerah. Nyatanya, ia justru meraup jutaan dollar AS dari bisnis-bisnis di negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.

Dalam laporan keuangan pribadi terbaru yang diwajibkan kepada semua calon presiden AS dan dalam situs pribadi, Trump memiliki daftar cukup panjang terkait bisnis di Uni Emirat Arab, Azerbaijan, dan Turki.

BACA JUGA: Tebar Polemik Lagi, Trump Mau Ajak Bill Gates Menutup Internet di AS

Trump pun memiliki dua rencana bisnis baru di Indonesia.

Berikut bisnis-bisnis Trump di berbagai negara Muslim.

1. Dubai, Uni Emirat Arab
The Trump Organization telah merencanakan pembangunan dua resor golf di Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam paparan laporan keuangannya, Trump menyatakan telah melakukan persetujuan manajemen dengan DAMAC Crescent Properties. Namun, ia belum menjelaskan pendapatan dari bisnis ini. Resornya pun belum dibuka meski rencananya akan rampung tahun ini.

BACA JUGA: Komentar Donald Trump di Kampanye Bikin Umat Muslim Marah

2. Baku, Azerbaijan
Pada November 2014, Trump mengumumkan kemitraan untuk membangun hotel mewah di Baku, Azerbaijan, tepatnya di Laut Kaspia. Dalam laporannya, Trump menyatakan bahwa ia memperoleh keuntungan sebesar 2,5 juta dollar AS atau setara Rp 33 miliar untuk biaya manajemen untuk Trump International Hotel & Tower Baku.

BACA JUGA: Fadli Zon Minta KPK Jangan Lebay soal Topi dan Dasi dari Donald Trump

3. Istanbul, Turki
Trump Towers, Sisli adalah hunian 40 tingkat di Istanbul, Turki. Dalam situs pribadinya, Trump menyatakan bahwa ia tidak memiliki bangunan tersebut, namun pemiliknya memiliki lisensi namanya. Pendapatan royalti dari lisensi itu berkisar antara 1 juta hingga 5 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 14 miliar hingga Rp 70 miliar.

BACA JUGA:  Hadir di Acara Donald Trump, Setya Novanto Diminta Ungkapkan Isi Pertemuan

4. Indonesia
Beberapa bulan lalu, Trump mengumumkan rencana pembangunan resor super mewah di Bali dan lapangan golf di Jawa Barat, Indonesia. Pembangunan lapangan golf tersebut adalah yang pertama bagi Trump di Asia. Namun, rencana ini terlambat dimasukkan dalam dokumen data pencalonan presiden.  (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim


Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved