Senin, 4 Mei 2026

Berita Eksklusif

Gila Banget! Bermodal Kunci T, Pelaku Curanmor Bisa Petik 15 Motor Sebulan

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sepertinya masih masuk daftar kejahatan yang sering terjadi di wilayah Kalimantan Timur dan Utara.

Tayang:
Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
barang bukti curanmor di Polresta Kukar. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Rudy Firmanto dan Cornel Dimas Satrio Kusbiananto

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sepertinya masih masuk daftar kejahatan yang sering terjadi di wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Setiap tahun catatan kasus curanmor yang masuk ke kepolisian menyentuh angka ribuan.

Dari puluhan pelaku kejahatan, seorang di antaranya Iriansyah (27). Pria asal Banjarmasin, Kalsel ini mengaku memiliki pengalaman kelam dalam dunia kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor roda dua.

Dimulai saat mulai merantau ke Samarinda saat usia masih 20 tahun semua baik-baik saja sampai akhirnya Iriansyah mulai bergaul dengan lingkungan kurang baik. Setiap hari dia lebih banyak menghabiskan waktu ke tempat hiburan sehingga pendapatannya dari pekerjaan tak bisa memenuhi kebutuhan.

"Sebenarnya mencuri bukan karena kebutuhan ekonomi tetapi karena salah pergaulan diajakin teman akhirnya ketagihan," katanya kepada Tribun Kaltim, Senin (28/12/2015).

Dalam berjalannya waktu, Iriansyah memiliki sepak terjang tinggi dalam dunia kejahatan curanmor. Dia pernah tertangkap dan dikenakan hukuman 2 tahun lamanya mendekam di balik jeruji.

"Saya dua kali masuk (penjara) dulu di Samarinda selama dua tahun dan keluar," katanya.

Baca: BERITA EKSKLUSIF - Sayangnya, Ratusan Motor Dibiarkan Berkarat Hingga Tinggal Kerangka

Bukannya kapok, Iriansyah malah meningkatkan memperluas jaringan kejahatannya. Awalnya hanya di sekitar Samarinda, diperluas hingga mencapai Kalimantan Selatan.

Dia tak hanya bertindak sebagai pemetik -- istilah eksekutor curanmor, tetapi juga penadah barang curian yang dilakukan kelompok lain.

"Saya metik hanya sesuai pesanan. Biasanya pemesan minta motor sesuai jenis dan tahun nanti kita carikan. Saya tidak pernah stok barang risiko sangat besar," katanya.

Dalam dunia curanmor menurut Iriansyah ada beberapa kelompok menurut kedaerahan dan biasanya memiliki pola kerja bebeda.

"Saya biasa jual sama orang satu kampung. Jadi tak sembarang orang, lagian saya langsung jual satu unit ada juga yang khusus metik lalu dijual secara pretelan, tapi lain kelompok," tuturnya.

Pengalamannya Iriansyah mengaku paling banyak dalam sebulan bisa mendapatkan 15 unit motor berbagai jenis dijual dalam rentang harga mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta tergantung jenis dan jauhnya lokasi penjualan.

"Kalau hanya sekitar Samarinda dan Balikpapan paling harga Rp 1,5 juta sampai Rp 1,8 juta per unit. Kalau pembeli dari provinsi lain seperti Kalsel tambah ongkos kirim bisa Rp 3 juta," ujarnya.


TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO -- Pelaku curanmor digiring ke Polda Kaltim.
Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved