Petakan Isu Lingkungan, Tiga Aktivitis Green Peace Datang ke Berau
Satwa dilindungi ini memilih laut di sekitar Berau sebagai habitatnya sejak tahun 1980-an.
Laporan Wartawan Trbun Kaltim, Budhi Hartono
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Divisi Aksi dan Kampanye JATAM Kaltim, Didit Haryadi mengungkapkan, persoalan lingkungan di Kaltim mendapat perhatian khusus dari aktivis pecinta lingkungan dunia yakni Green Peace (GP).
Kata dia, awal bulan Desember 2015 lalu, tiga anggota GP wilayah Asia Tenggara, melakukan penelusuran Kabupaten Berau.
"Tiga anggota Green Peace Asia Tenggara yang datang itu Mas Arifianto, Didit Haryo dan Teguh. Mereka merespon persoalan yang diadvokasi JATAM. Terutama soal rencana pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Talisayan. Kami sempat ke karst di Berau juga," ungkap Didit Haryadi, kepada Tribun, Jumat (1/1/2016).
Didit menjelaskan, kedatangan aktivis lingkungan dunia itu melakukan pemetaan terkait isu-isu di Kaltim.
""Mereka melihat langsung ke lokasi, termasuk ke karst. Kita telusuri gua karst di Berau yang menjadi sumber mata air," ungkapnya.
(Baca juga: VIDEO – Pekerja Tambang Gipsum Yang Terperangkap Itu Minta Minuman Beralkohol)
Selama melakukan penelusuran, lanjut Didit, di kawasan Talisayan mereka mendapat informasi dari warga setempat bahwa di Berau terdapat sekitar 10 ekor hiu paus tutul berukuran raksasa.
Satwa dilindungi ini memilih laut di sekitar Berau sebagai habitatnya sejak tahun 1980-an.
"Artinya Berau merupakan kabupaten yang wajib dilindungi dari berbagai ancaman yang merusak lingkungan hutan dan laut. Mulai dari kawasan lindung karst dan satwa lautnya ternyata terdapat hiu paus besar," pungkasnya. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/karst-mangkalihat_20150405_153242.jpg)
