Berita Unik

Sungguh Aneh, 7 Cara Dokter dan Tabib di Zaman Dulu Mengetes Kehamilan

Tes ini hanya bisa dilakukan dengan adanya pengembangan teknik baru pengukuran antigen yang sensitif pada 1959.

2. Eksperimen Tikus dan Kelinci sebelum Katak

Tes pertama uji kehamilan dikembangkan oleh seorang ahli kimia, Selmar Aschheim, dan seorang ginekolog (ahli kandungan), Benrhard Zondek, sekitar 1920-an.

Dalam prosedur yang disebut sebagai ‘Tes A – Z’ ini, dokter akan menyuntik lima tikus betina dengan urine wanita berkali-kali dalam beberapa hal.

Kemudian, dokter akan membedah tikus tersebut dan memeriksa sel telur atau ovariumnya. Jika ovariumnya membesar, tandanya wanita tersebut hamil.

Beberapa tahun berikutnya tes sejenis dikembangkan dengan menggunakan kelinci.

Pada 1930, Lancelot Hogben, seorang ahli zoologi Inggris yang tinggal di Afrika Selatan, menemukan cara mengendalikan ovulasi (masa produksi sel telur) katak bercakar Afrika Selatan dengan menggunakan hormon.

Biasanya katak berovulasi hanya pada musim pemijahan (masa bertelur) sehingga katak-katak tersebut tak bisa digunakan untuk tes kehamilan yang harus dilakukan sepanjang tahun.

BACA JUGA: Hati-hati Sering Keputihan Bisa Menghambat Kehamilan

Jika masalah ini dapat diatasi, katak bisa digunakan sebagai alat tes kehamilan yang ideal.

Katak menghasilkan telur-telur berukuran besar yang disimpan di luar tubuh.

Artinya, peneliti tak perlu membunuh katak untuk mengamati hasilnya dan mereka dapat dipergunakan lagi, tidak seperti tikus atau kelinci yang hanya sekali pakai karena harus dibunuh terlebih dahulu.

Berkat penemuan Hogben, menjelang 1933, para dokter memanfaatkan katak untuk pengujian hCG.

Selama lebih dari dua dekade, cara ini menjadi metode yang paling dipilih dan andal untuk menguji kehamilan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved