Bodoh, Idiot, dan Badut, Itulah Komentar Debat Anggota Parlemen terhadap Donald Trump
Bodoh, idiot, seorang badut, begitulah komentar dari sebagian besar anggota parlemen yang duduk berjajar untuk menyerang Donald Trump
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Ayuk Fitri
TRIBUNKALTIM.CO - Bodoh, idiot, seorang badut, begitulah komentar dari sebagian besar anggota parlemen yang duduk berjajar untuk menyerang Donald Trump atas komentarnya terhadap kaum Muslim.
Hal itu terjadi dalam debat parlemen mengenai apakah ia harus dicekal dari Inggris.
Perdebatan dipicu oleh petisi publik yang telah menarik perhatian lebih dari 575.000 tanda tangan dari orang-orang yang menginginkan calon presiden dari Partai Republik disingkirkan dari Inggris.
Dikutip dari laman situs news.com.au karena "pidato kebencian" yang disampaikan Trump, berkomentar terhadap kaum Muslim dan Meksiko mendapat kecaman dari berbagai pihak di Inggris.
Sebagian besar puluhan anggota parlemen yang berbicara dalam debat selama tiga jam tidak setuju bahwa Trump harus dikeluarkan.
Mereka berpendapat bahwa Trump harus diizinkan untuk mengunjungi Inggris sehingga ide-idenya yang tidak bermutu keluar secara terbuka dan tertembak.
Hukum di Inggris, setiap petisi yang didukung oleh 100.000 orang, wajib ditanggapi dan mengonfirmasi alamat email tersebut agar dapat dipertimbangkan pada diskusi mendalam di parlemen.
Baca: JK Rowling Anggap Donald Trump Lebih Kejam dari Penyihir Paling Jahat Lord Voldemort
Perdebatan yang dilaksanakan di ruang kecil komite parlemen adalah murni simbolik. Pemerintah Inggris telah mengatakan tidak akan melarang Trump dan anggota parlemen bahkan tidak memberikan tanggapan serius terhadap masalah ini.
Tapi setidaknya dari perdebatan tersebut menghasilkan beberapa tanggapan bahasa yang beragam.
"Donald Trump adalah orang bodoh. Dia bebas untuk menjadi bodoh. Dia tidak bebas untuk menjadi orang bodoh yang berbahaya di partai kita," bantah Jack Dromey, seorang anggota parlemen senior oposisi Partai Buruh, yang menginginkan Trump dilarang.
Gavin Newlands dari Partai Nasional Skotlandia menyebut Trump "idiot" yang menunjukkan popularitas "Seberapa jauh Amerika saat Lincoln dan Roosevelt menjabat telah runtuh".
Alex Chalk dari Partai Konservatif berpendapat bahwa perilaku Trump adalah "sebuah lawakan" yang seharusnya ditanggapi dengan "reaksi ejekan klasik Inggris".
Sementara itu, lainnya Partai Konservatif, Victoria Atkins, terpaksa menggunakan bahasa slang untuk menyebutnya sebagai "sinting" dan "wazzock" (orang bodoh).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/donald-trump_20160119_093115.jpg)