Minggu, 10 Mei 2026

Bulan Depan Dirut dan Karyawan Perusda Terancam Tidak Gajian

Padahal waktu rapat koordinasi disepakati, Pelabuhan Tengkayu I dan parkir dikelola Dishub, berarti secara otomatis semua karyawannya akan dialihkan

Tayang:
Penulis: Junisah |
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Dirut Perusda Tarakan Tigor Nainggolan bertemu dengan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Djamaluddin untuk membicarakan masalah nasib sebanyak 60 karyawan Perusda Tarakan, Selasa (9/2/2016) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Tarakan Tigor Nainggolan bersama 20 orang karyawannya mendatangi Kantor Walikota Tarakan, Selasa (9/2/2016).

Kedatangannya untuk bertemu dengan Walikota Tarakan Sofian Raga.

Dengan menggunakan baju hem biru putih ini, rombongan Perusda yang dipimpin oleh Tigor datang di Kantor Walikota Tarakan.

baca juga

Kedatangan Tigor yang tidak seperti biasanya ini dengan membawa karyawan yang sangat banyak ini, membuat orang-orang yang ada di Kantor Walikota Tarakan menjadi bertanya-tanya tujuan kedatangan Tigor.

Beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Tarakan yang hilir mudik, sempat bertanya kepada Tribun, tujuan kedatangan Tigor bersama rombongan.

baca juga

Pasalnya karyawan Tigor yang ada cukup banyak, sampai kursi yang ada di ruang tunggu tidak cukup.

Tigor mengaku, kedatangannya untuk menanyakan langsung kepada Walikota Tarakan Sofian Raga, tentang nasib 60 karyawan Perusda Tarakan yang ada di kantor induk Perusda Tarakan.

Pasalnya sejak pengelolaan Pelabuhan Tengkayu I dan parkir dialihkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, tidak semua karyawan dialihkan ke Dishub.

baca juga

“Padahal waktu rapat koordinasi disepakati, Pelabuhan Tengkayu I dan parkir dikelola Dishub, berarti secara otomatis semua karyawannya akan dialihkan ke Dishub. Tapi kenyataanya yang dialihkan itu hanya pekerja di lapangan saja. Sedangkan karyawan di bagian administrasi dan tata usaha yang dulunya mengurus Pelabuhan Tengkayu I dan parkir tidak dialihkan,”ungkapnya.

Tigor mengatakan, seharusnya Pemkot Tarakan juga memikirkan nasib 60 karyawan yang ada di kantor induk Perusda. Sebab dengan pengalihan ini, bulan depan 60 karyawan, termasuk dirinya tidak gajian.

baca juga

“Yah terancam tidak gajian bulan depan, karena tidak ada pendapatan yang dihasilkan,”katanya.

Menurut Tigor, sudah sewarjanya Perusda Tarakan mendatangi Pemkot Tarakan untuk membicarakan hal ini. Pasalnya Perusda milik Pemkot Tarakan oleh karena itu, pihaknya patut mempertanyakan, karena berkaitan dengan masalah gaji.

“Terus terang saja, kalau Dirut tidak gajian tidak masalah, karena gajinya besar. Tapi kalau karyawan tidak gajian itu yang masalah. Makanya kami datang untuk menemui Walikota Tarakan untuk mempertanyakan permasalahan ini,” tegasnya. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved