Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Kemenag Tana Tidung Ajak Rumah Ibadah Lebih Ramah Anak dan Lansia

Kemenag Tana Tidung mendorong rumah ibadah menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan ramah bagi semua

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/RISMAYANTI
RUMAH IBADAH ASRI - Kepala Kemenag Tana Tidung Hamzah mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah sebagai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. (TRIBUNKALTARA.COM/RISMAYANTI) 

Ringkasan Berita:
  • Kemenag Tana Tidung ingin nilai Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan di rumah ibadah.
  • Rumah ibadah diminta menjadi tempat yang bersih, ramah anak, dan nyaman bagi lansia.
  • Kepedulian terhadap lingkungan disebut sebagai bagian dari wujud cinta kepada Tuhan.

TRIBUNKALTIM.CO - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, mendorong penerapan nilai Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya di lingkungan pendidikan formal, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Kepala Kemenag Tana Tidung, Hamzah, menegaskan bahwa konsep cinta yang diusung dalam kurikulum tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga rumah ibadah agar tetap bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh kalangan masyarakat.

“Kurikulum Berbasis Cinta itu bukan hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di rumah ibadah,” ujar Hamzah, Jumat (8/5/2026).

Rumah Ibadah Harus Ramah Semua Kalangan

Menurut Hamzah, rumah ibadah bukan sekadar tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga ruang sosial yang harus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi siapa pun.

Ia menilai rumah ibadah idealnya mampu memberikan kenyamanan bagi anak-anak, lansia, musafir, maupun masyarakat umum yang datang untuk beribadah ataupun beristirahat.

Baca juga: Temuan Diduga Bahan Peledak di Tana Tidung Ditangani Tim Jibom Brimob Polda Kaltara

“Jangan sampai rumah ibadah itu kumuh, tidak ramah musafir, tidak ramah anak, tidak ramah lansia, dan rumput dibiarkan tumbuh tinggi,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus rumah ibadah dan tokoh agama untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat ibadah.

Cinta Lingkungan Bagian dari Nilai Keagamaan

Hamzah menekankan bahwa nilai cinta yang dimaksud dalam kurikulum tidak hanya berkaitan dengan hubungan antar-manusia, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, perilaku sederhana seperti menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat fasilitas umum merupakan bentuk nyata dari rasa cinta terhadap lingkungan.

“Orang yang buang sampah sembarangan itu artinya tidak cinta lingkungan,” katanya.

Baca juga: Dimulai Lampu Dapur Berkedip, Rumah Walet di Tana Tidung Ludes Terbakar hingga Rugi Rp300 Juta

Ia juga menilai bahwa kecintaan terhadap lingkungan merupakan bagian dari wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap ciptaan Tuhan.

“Kalau dia tidak cinta dengan lingkungan, bagaimana dia menunjukkan cintanya kepada Yang Maha Kuasa dan yang menciptakan,” ungkap Hamzah.

Rumah Ibadah Sebagai Tempat Teraman

Lebih lanjut, Hamzah berharap rumah ibadah dapat menjadi ruang yang menenangkan dan memberi rasa aman bagi masyarakat.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved