Senin, 13 April 2026

Kesehatan

Inilah Buku Seks Tertua di Dunia yang Mengalahkan Kamasutra

Isi buku ini sendiri merupakan kumpulan pertanyaan dan jawaban Kaisar Huang Ti dengan tiga wanita penasihat seks serta seorang tabib pria.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Bicara soal buku seks sebagian orang mungkin langsung teringat dengan Kamasutra.

Ya, Kamasutra boleh jadi buku seks paling terkenal di dunia. Tapi bangsa Tiongkok lebih dulu mencatat manfaat seks dalam buku Su Nu Cing yang ditulis sekitar 5000 tahun yang lalu.

Manfaat seks sudah diketahui oleh bangsa Tiongkok sejak 5000 tahun lalu.

Mereka percaya kalau seks dilakukan benar akan memberi energi positif bagi kehidupan, termasuk dalam hal kesehatan. Bahkan ada beberapa masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan berhubungan seks.

Sebaliknya, jika dilakukan dengan sembarangan bisa membawa petaka. Hubungan jadi tidak harmonis dan tubuh pun terkena gangguan kesehatan.

Tak heran jika Su Nu Cing disebut juga buku pedoman Tao mengenai seks.

BACA JUGA: Waktu Pemanasan Bercinta Ternyata Tak Perlu Lama-lama, Ideal buat Anda Berapa Menit?

Isi buku ini sendiri merupakan kumpulan pertanyaan dan jawaban Kaisar Huang Ti dengan tiga wanita penasihat seks serta seorang tabib pria.

Perbincangan Kaisar dan empat orang itu menjadi dasar bagaimana mencapai hidup sehat dan bahagia melalui seks.

“Taoisme pada dasarnya mengenai cara untuk mencapai umur panjang serta sehat jasmani dan rohani. Seks yang benar menunjang hal tersebut,” ujar Dr. Stephen T. Chang, pakar pengobatan tradisional Tiongkok dan penulis buku The Tao of Sexology.

BACA JUGA: Mau Tahu, Apa Penyebab Perempuan Sering Menangis Usai Bercinta? Ini Penjelasan Ahlinya

Pemikiran ini sejalan dengan kedokteran modern. Banyak penelitian yang membuktikan kalau seks erat kaitannya dengan kesehatan. Misalnya, berhubungan seks minimal sekali seminggu bisa menurunkan tingkat stres.

Alasannya, tubuh melepas hormon anti stres bernama oksitosin.

Hormon itu hanya keluar jika manusia melakukan hubungan seks. Hal ini sudah dibuktikan oleh para ahli dari Universitas Paisley di Skotlandia.

Manfaat lainnya berkaitan dengan kesehatan jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved