Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Kontroversi Organisasi Gafatar

Di Manapun Mereka Tinggal, Warga Eks Gafatar Mengaku Akan Terus Lakukan Program Ketahanan Pangan

Hal ini disampaikan oleh Sulis, seorang warga eks Gafatar dari Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun Kutai Kartanegara.

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kendati Pemprov Kaltim telah mengambil keputusan untuk memulangkan warga Eks Gafatar ke daerah tempat asal masing – masing, namun mereka mengaku akan tetap meneruskan program kedaulatan pangan dimana pun mereka tinggal.

Hal ini disampaikan oleh Sulis, seorang warga eks Gafatar dari Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun Kutai Kartanegara.

Dia mengungkapkan setelah Gafatar dibubarkan pada Agustus 2015 lalu, masih ada satu program yang boleh dilaksanakan bagi eks Gafatar yang mau melanjutkan yakni program ketahanan pangan.

Hal tersebut dikarenakan Gafatar telah memprediksi bahwa akan ada masalah krisis pangan di kemudian hari. Bahkan krisis pangan tersbut saat ini sudah cukup terasa. Oleh karenanya, meskipun warga eks Gafatar dipulangkan maka banyak yang akan terus melakukan program ketahanan pangan tersebut.

“Jadi setelah Gafatar dibubarkan pada Agustus 2015 masih ada satu program yang itu memang tetap boleh dilaksanakan. Bagi yang mau melanjutkan dipersilakan, bagi yang tidak juga tidak apa-apa karena ke depan kami dari eks Gafatar ya itu memang memprediksi adanya masalah krisis pangan kalau kita lihat bersama mungkin dari berbagai media hari ini masalah krisis pangan ini sudah cukup terasa, “ jelasnya.

Baca: Kasihan, 32 warga Eks Gafatar Tak Jadi Pulang, Kehabisan Tiket

Hal senada disampaikan Haryanto (34). Ia mengaku setibanya di daerah asal ia dan keluarganya memutuskan untuk kembali melaksanakan program ketahanan pangan. Ia juga mengakui bahwa setelah Gafatar dibubarkan, program ketahanan pangan masih dapat diteruskan.

“Makanya tidak berhenti sampai di sini walaupun kami dipulangkan di mana saja kamu tetap membangun kedaulatan pangan, “ tegasnya.

Menurutnya, hal inilah yang tidak dimengerti oleh masyarakat kebanyakan bahwa ke depan nanti akan terjadi krisis pangan. Ia menilai sebenarnya pemerintah Indonesia mengetahui hal ini namun pura – pura tidak mengetahui.

Oleh karenanya, untuk mencegah terjadinya krisis pangan maka warga eks Gafatar mengambil inisiatif untuk tettap melanjutkan kedaulatan pangan.

Menurut dia, besarnya suatu bangsa apabila kedaulatan pangan tersedia, dan jika tidak ada kedaulatan pangn maka bangsa tersebut akan terpuruk.

“Inilah yang tidak mengerti mengerti oleh masyarakat kebanyakan bahwa ke depan itu akan terjadi yang namanya krisis pangan yang tidak dipahami masyarakat. Kebanyakan sebenarnya pemerintah tahu bahwa mereka pura-pura tidak tahu tetapi inilah yang kami yakin bahwa ke depan itu akan terjadi krisis pangan untuk mencegahnya," pungkasnya. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved