Kamis, 11 Juni 2026

Jilbab Bermotif Pria dan Wanita Telanjang Beredar di Pontianak, Dijual Rp 35.000 per Helai

Di sisi lainnya, ada gambar seorang pria juga tanpa busana tengah memegang busur dan anak panah.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NOVI SAPUTRA
Jilbab bergambar pria dan wanita tanpa busana saling berhadapan bergandengan tangan. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Dua helai kain untuk jilbab milik Ayu Musnitawati (25), warga Jl Padi, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, bermotif tidak semestinya.

Jilbab yang dibeli seharga Rp 35 ribu per helai itu, bergambar pria dan wanita tanpa busana saling berhadapan bergandengan tangan.

Di sisi lainnya, ada gambar seorang pria juga tanpa busana tengah memegang busur dan anak panah.

Ayu yang baru menyadari gambar-gambar tidak pantas tersebut ada di kain jilbabnya sontak terkejut bukan main.

"Tidak sadar. Padahal belinya sudah setahun lalu. Kemudian, saat saya nyetrika tadi kok seperti melihat ada gambar tanpa busana. Saya bilang sama teman dan suami, diperhatikan oh iya memang gambar tanpa busana," kata Ayu saat ditemui Tribun Pontianak (Tribunnews Network), Sabtu (13/2/2016) malam.

BACA JUGA: Para Wanita Muda Ini Ubah Perayaan Valentine Jadi Gerakan Hari Tutup Aurat

Ayu mengaku membeli kain jilbab tersebut setahun lalu di sebuah toko busana Muslim di bilangan Kota Baru, Pontianak.

Ia menuturkan, jilbab ini biasa ia gunakan untuk keperluan sehari-hari. Baik sekadar bersosialisasi di sekitar rumah, hingga untuk bekerja di sebuah klinik bersalin di Roban.

"Karena dilipat segitiga, ya saat dipakai tidak nampak gambarnya. Tertutup sama lipatan. Apalagi gambarnya memang kecil," ucap Ayu.

Tidak hanya dirinya, seorang temannya juga membeli kain serupa, namun beda warna. Jika miliknya dominan biru, milik temannya itu dominan merah muda. Ia membelinya saat masih kuliah.

BACA JUGA: Wanita Muslim di Negara Ini Kerap Menjadi Korban Islamophobia

Seingatnya, kain jilbab tersebut dipanjang di sebuah toko di Lantai 2 di Kota Baru. Menurutnya, toko busana Muslim tersebut kini sudah berubah namanya. Ia tidak tahu apakah penjualnya tetap sama, atau kini malah orang lain.

Ayu berharap jilbab dengan motif tidak pantas ini tidak dijual bebas di pasaran. Apalagi bisa saja tanpa sengaja terbawa atau digunakan saat menunaikan ibadah.

Setelah mengetahui bermotif tidak senonoh, Ayu pun tidak akan memakai jilbab tersebut lagi.

"Malas sudah mau pakainya. Bagus dijadikan (kain) pel," tegasnya. (nop/ram)

***
Baca berita selengkapnya, eksklusif, terkini, unik dan menarik di Harian Tribun Kaltim
Seru, berinteraksi dengan 75 ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video YoutubeTribunKaltim


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved